Ekonomi Venezuela semakin Hancur

Penulis: AFP/Yan/I-2 Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 07:40 WIB Internasional
Ekonomi Venezuela semakin Hancur

YURI CORTEZ / AFP

PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro memulai masa jabatan baru pada Kamis (10/1) di tengah kondisi ekonomi negara yang hancur. Saat ini, rezimnya kian terisolasi setelah para pemimpin regional menyebut pemilihannya tidak sah.

Pemimpin beraliran sosialis berusia 56 tahun itu disumpah Presiden Mahkamah Agung Vene-zuela Maikel Moreno di hadapan ratusan orang, termasuk beberapa pemimpin kiri Amerika Selatan dan petinggi militer Venezuela.

“Aku bersumpah atas nama rakyat Venezuela, aku bersumpah demi hidupku,” kata Maduro ketika dia diambil sumpah untuk masa jabatan enam tahun kedua.

Setelah mengenakan selempang kepresidenan serta rantai emas seremonial dan membawa kunci ke sarkofagus yang berisi sisa-sisa pemimpin revolusioner Venezuela Simon Bolivar, Maduro yang sangat bersemangat, berbalik untuk memberi hormat kepada orang banyak dengan tanda V.

Seperti diketahui, Maduro terpilih kembali pada Mei lalu dalam pemungutan suara yang diboikot mayoritas kubu oposisi. Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menyebut pemilihan itu sebagai sebuah sebuah penipuan.

“AS tidak akan mengakui pe­resmian tidak sah kediktatoran Maduro,” tegas penasihat keamanan nasional AS John Bolton di akun Twitter-nya. Kanada juga mengecam Maduro karena mengubah negara itu menjadi kediktatoran sepenuhnya.

Secara terpisah, di Washington, OAS juga mendukung resolusi yang menyatakan pemerintah Maduro tidak sah. Namun, Maduro tidak mau kalah. “Venezuela adalah pusat dari perang dunia dengan imperialisme AS dan pemerintah-pemerintah satelitnya,” katanya membalas dalam pidato yang berlangsung sekitar dua jam.

Dia juga menuntut UE agar menaruh rasa hormat. Sebelumnya, blok negara-negara Eropa itu ditudingnya sebagai kolonialisme dan rasisme lama setelah pada Kamis UE mengatakan bahwa Maduro tidak memiliki kredibilitas.

Di kesempatan itu, Maduro juga menggunakan pidatonya untuk menyerukan pertemuan puncak para pemimpin Amerika Latin dengan agenda terbuka untuk membicarakan semua masalah yang perlu dibahas secara tatap muka.

Maduro mengklaim, sanksi yang selama ini diberlakukan AS dan UE telah membuat negara itu merugi sebesar US$20 miliar pada 2018. Namun, menurut kubu oposisi, kontrol pemerintah atas devisa yang diberlakukan sejak 2003, telah menghasilkan dana US$300 miliar dan disebut sebagai keuntungan ilegal.

Di lain hal, saat ini, Maduro diketahui telah menguasai hampir seluruh lembaga politik Venezuela dan mendapatkan dukungan penuh dari militer. (AFP/Yan/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More