Jumat 11 Januari 2019, 22:25 WIB

Kubu Prabowo Dinilai Galau Lihat Visi Misi Jokowi

Marselina Tabita | Politik dan Hukum
Kubu Prabowo Dinilai Galau Lihat Visi Misi Jokowi

MI/Bary Fathahilah

 

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menyebut pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno galau hingga mengubah visi misi. Walhasil, Prabowo-Sandi seperti menyontek visi misi paslon Jokowi-Amin.
 
"Karena 01 sudah menyampaikan visi misi, setelah itu mereka (paslon 02) mengubah visi misi. Apalagi itu ternyata berkaitan juga dengan debat 17 April mengenai HAM dan sebagainya," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).
 
Arya menilai kegalauan Prabowo-Sandi tidak logis. Pasalnya, kubu Prabowo-Sandi sempat menyebut paslon 01 takut menyampaikan visi misi yang sebelumnya dijadwalkan pada 9 Januari. Namun, Prabowo-Sandi malah mengajukan perubahan visi misi kepada KPU di tanggal tersebut.
 
"Jangan-jangan ini seperti sebuah skenario saja. Kalau kemarin jadi penyampaian tanggal 9, visi misi yang mana yang mau disampaikan?" ujar Arya.
 
Arya menambahkan, perubahan visi misi Prabowo-Sandi memperjelas paslon nomor urut 02 tidak siap. Prabowo-Sandi dinilai tidak berpengalaman dan terlalu mudah mengubah visi misi.
 
"Artinya mereka memang tidak punya konsep besar mengenai bangsa ini," tegas Arya.

Kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta revisi visi misi. Namun, hal itu tidak dikabulkan KPU.
 
Perubahan visi misi pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga di Pilpres 2019 dianggap sangat signifikan. Visi misi dianggap berubah total dari sebelumnya.
 
Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, sebanyak 116 dari 238 agenda aksi Prabowo-Sandi atau sekitar 48,74% baru sama sekali.
 
"Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih," kata Ace, Jumat. (Medcom/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More