Banten dan Lampung Pulihkan Pariwisata

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 22:30 WIB Nusantara
Banten dan Lampung Pulihkan Pariwisata

ANTARA

PASCABENCANA gempa dan tsunami yang melanda Banten dan Lampung, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berupaya memulihkan kawasan wisata di dua daerah tersebut. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengadakan rakor dengan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, dan Gubernur Lampung, Rido Ficardo, di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, kemarin. Hadir juga Wakil Bupati Pandeglang, Tanto W Arban, dan Sekda Kabupaten Serang, Tb Entus Mahmud.

Menteri Arief dalam rakor tersebut memaparkan sejumlah strategi terkait dengan upaya pemulihan pariwisata di Banten-Lampung pasca-tsunami Selat Sunda. Strategi dimaksud di antaranya merencanakan aksi pemulihan sumber daya manusia dan kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak.

Menpar juga menyampaikan pemerintah menyiapkan dana alokasi khusus (DAK) total senilai Rp42 miliar untuk pemulihan pariwisata di dua provinsi terdampak tsunami, yakni Banten dan Lampung.

“Kita sepakat untuk menggaungkan Selat Sunda bangkit. Silakan DAK Rp9 miliar untuk Banten dan Rp33 miliar untuk Lampung digunakan untuk mempercepat recovery,” ujar Arief.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Banten, Andika, membenarkan pascatsunami sejumlah daerah wisata tidak terdampak, ikut terkena imbas bencana. Dia mencontohkan pariwisata Anyer yang luput dari bencana gempa dan tsunami masih dihindari wisatawan. Akibatnya hunian kamar hotel di Anyer sepi dari pengunjung dan imbasnya perekonomian warga di daerah itu menurun. “Jadi, Anyer tidak terjadi kerusakan fisik, tapi kena dampak kunjungan wisatawan. Saat ini kami fokus pemulihan kawasan berupa penataan ruang berbasis mitigasi bencana untuk daerah-daerah terdampak langsung. Selain itu, kita juga prioritaskan membangkitkan pariwisata untuk daerah tidak terdampak,” kata Andika.

Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat, pemprov setempat menawarkan diskon bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah itu. Diskon diberikan melalui Lombok-Sumbawa Great Sale 2019 yang akan diluncurkan 27 Januari mendatang hingga 70%.

“Upaya ini kita lakukan karena setiap Februari tingkat kunjungan menurun. Apalagi sebelumnya ada bencana gempa, kita tawarkan diskon,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal.


Tingkatkan kunjungan

Sejumlah daerah terus menggenjot kedatangan wisatawan. Di Bali, Hotel Intercontinental Jimbaran Bali berkomitmen menggunakan produk lokal Bali. Hal ini sejalan Pergub Bali untuk memanfaatkan produk pertanian Bali untuk hotel, katering, restoran maupun swalayan. Hal ini memberi nilai tambah bagi petani dari sektor pariwisata.

Dari Jawa Tengah, desa-desa di Kabupaten Semarang yang memiliki luas wilayah 981,95 km persegi memiliki potensi dikembangkan sebagai desa wisata. Dari ratusan desa di daerah itu, baru 35 desa yang mulai digarap sebagai desa wisata, sedangkan di Kabupa-ten Banyumas, Baturraden tetap menjadi destinasi favorit sepanjang 2018, dari 14 destinasi wisata di daerah itu.

Tidak ketinggalan di Kota Palembang, Sumatra Selatan, hadir inovasi wisata berupa delman wisata. Kereta kuda ini untuk berwisata keliling Kambang Iwak Park. (WB/YR/AS/OL/DW/LD/MT/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More