Stok Beras untuk Jaga Keseimbangan Harga

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 08:30 WIB Ekonomi
Stok Beras untuk Jaga Keseimbangan Harga

MI/Ramdani

DENGAN persediaan saat ini mencapai 2,1 juta ton, Perum Bulog memastikan hingga Juli 2019 tidak ada lagi impor beras.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso kepada wartawan seusai menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Gudang Bulog Divisi Regional Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin.

"Ini mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan mendatang. Terlebih Indonesia akan memasuki musim panen raya dalam dua bulan ke depan sehingga persediaan terus bertambah. Sampai Juli tahun ini tidak akan impor. Tim dari Bulog dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik  sudah memiliki peta daerah mana saja yang akan panen di seluruh Indonesia. Kami akan maksimalkan itu," kata Budi Waseso.

Bulog menargetkan dapat menyerap sebanyak 1,8 juta ton beras pada musim panen raya kali ini. Di sisi lain, perseroan juga harus mengeluarkan cadangan untuk operasi pasar dan bantuan bila terjadi bencana alam. Namun, angkanya tidak akan sebesar serapan yang diperoleh.

"Stok 2,1 juta ton akan menyusut sebesar 600 ribu ton. Dengan tambahan 1,8 juta ton, stok masih tetap tinggi, yakni sekitar 3,4  juta ton," lanjut Budi Waseso.

Kendati demikian, menurut Presiden Joko Widodo, besarnya stok beras di gudang Bulog tidak serta-merta dapat menurunkan harga komoditas tersebut.

Di beberapa daerah termasuk di Jakarta, rata-rata harga beras medium di atas Rp10.000 per kilog. Harga itu di atas harga eceran ter tinggi pemerintah, yakni Rp9.450 per kg.

"Stok besar tidak menurunkan harga dalam waktu singkat. Kalau harga mau turun drastis, gampang. Suplai saja semua ke pasar. Akan tetapi, itu tidak mungkin kita lakukan karena merugikan petani. Stok ini untuk menjaga keseimbangan agar harga bisa dikendalikan dengan baik," ujar Presiden Jokowi.

"Stok Bulog banyak itu meyakinkan pasar. Kalau stok sedikit, akan banyak spekulasi dari pasar yang bermain-main dengan harga. Sekarang kami tunjukkan stok itu ada dan memang banyak," tegas Presiden.

Sepanjang 2019, Bulog akan melakukan operasi pasar beras medium sebesar 37.017 ton dengan rata-rata penyaluran 7.000-8.000 kg per hari.  Adapun sepanjang tahun lalu realisasi operasi pasar mencapai 544.649 ton atau terbesar dalam 10 tahun terakhir.

"Sesuai instruksi Presiden, Bulog terus melakukan operasi pasar beras medium di pasar-pasar strategis dan yang berpotensi mengalami kenaikan harga untuk meng antisipasi kenaikan harga di awal 2019," tandas Budi Waseso. (Pra/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More