Kamis 10 Januari 2019, 17:59 WIB

Menkumham Minta Polisi Lacak Pelaku Teror Bom Pimpinan KPK

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Menkumham Minta Polisi Lacak Pelaku Teror Bom Pimpinan KPK

MI/PIUS ERLANGGA

 

MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta aparat kepolisian untuk melacak pelaku teror bom yang menyerang kediaman pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Yasonna mengatakan upaya teror yang dialami oleh pimpinan KPK tidak dibenarkan secara hukum. Untuk itu, ia meminta kepolisian segera melacak dan memproses pelaku melalui jalur hukum.

"Orang yang melakukan teror kepada pimpinan KPK, saya kira ini bukan cara-cara yang harus dilakukan di suatu negara hukum. Kepada siapapun itu tidak dibenarkan. Maka, saya percaya polisi akan mengungkap kasus ini," kata Yasonna ketika ditemui pada Rakornas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1).

Baca juga: Usut Teror Bom, Polisi Periksa 11 Saksi Lagi

Yasonna mengatakan kasus tersebut berada dalam kekuasaan penuh kepolisian untuk mengungkapnya. Sebagai menteri, ia mengatakan hanya bisa mendukung kepolisian dan meminta penegakan hukum atas peristiwa yang ditimpa oleh Pimpinan KPK tersebut.

"Saya tidak punya kewenangan soal penyidikannya. Itu urusan polisi. Tetapi sebagai rakyat biasa dan menteri, saya minta selalu melakukan sesuatu berdasarkan hukum. Negara kita adalah negara hukum," kata Yasonna.

Sebelumnya, kediaman dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif diteror orang tak dikenal Rabu, (9/1) kemarin.

Dari rumah Agus yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, polisi menemu­kan barang bukti berupa pipa paralon, detonator, sekring, kabel warna kuning, paku ukuran tujuh sentimeter, serbuk putih, baterai, dan tas.

Sementara itu, rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dilempar dua bom molotov oleh orang tak dikenal, salah satu bom sempat merusak teras bagian atas rumah Laode. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More