Kamis 10 Januari 2019, 14:29 WIB

Usut Teror Bom, Polisi Periksa 11 Saksi Lagi

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Usut Teror Bom, Polisi Periksa 11 Saksi Lagi

MetroTV

 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah memeriksa belasan orang terkait teror di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, termasuk pemilik rumah tersebut.

"Kita mendapatkan saksi, ada saksi 11 orang kita periksa, saksi dari korban kemudian dari keluarga maupun orang yang tinggal disitu. Kemudian juga ada saksi-saksi yang jualan di depan rumah dari korban dan juga ada rumah di samping kiri atau tetangga," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Argo menambahkan, mereka diperiksa karena mendengar dan melihat aktivitas mencurigakan dua orang yang diduga menjadi pelaku pelemparan bom molotov ke rumah Laode. Dari pemeriksaan polisi mendapat sejumlah keterangan.  

"Pada perinsipnya bahwa dari keterangan saksi ada yang mendengar suatu lemparan yang menyerupai gelas pecah suaranya. Ada juga saksi yang menyampaikan bahwa ada suara kendaraan bermotor roda dua di situ," jelasnya.

 

Baca juga: Iqbal Sebut Teror di Kediaman Agus Rahardjo Bom Palsu

 

Kata Argo, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti guna memudahkan pengusutan kasus teror itu, di antaranya, rekaman kamera pengawas (CCTV) yang tengah dievaluasi oleh tim laboratorium forensik (labfor) Polri.

"Jadi CCTV itu sudah kita ambil, Kemudian sudah kita bahwa ke labfor. Nanti akan kita evaluasi seperti apa dari pada gambar CCTV itu. Baik itu CCTV yang ada dirumah korban dan juga yang ada di jalur," terangnya.

Sementara, di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo, polis telah memeriksa 6 orang saksi melihat dan mengetahui adanya barang yang mencurigakan di kawasan itu.

"Kemudian untuk yang kasus dibekasi di rumah ketua KPK. Kita sudah periksa 6 saksi. Dari hasil metode induktif ya. Intinya saksi itu yang melihat ada barang berupa tas yang dicantolkan di pagar," sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan, Argo menyebutkan, ada saksi yang pernah ditanyakan alamat rumah RT setempat dan kediaman Ketua KPK sebelum ditemukan tas yang mencurigakan tersebut.

"Ada saksi penjual bubur yang kita tanya. Ternyata memang dia melihat ada orang yang datang ke tempat penjual bubur itu dan menanyakan rumah pak RT. Kemudian menanyakan rumah ketua KPK," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV

DPRD Usul Sektor yang Dikecualikan Ditambah Saat Masa Transisi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 04 Juni 2020, 11:35 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Syarif mengusulkan adanya penambahan sektor yang dikecualikan, sehingga tetap bisa...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Banyak Pemohon SIKM Gunakan Surat Tugas Palsu

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 04 Juni 2020, 11:05 WIB
Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta hingga Rabu (3/6) telah menolak sebanyak 38.052 permohonan SIKM yang diurus secara daring sebab...
MI/Pius Erlnagga

Sembuh Covid-19, 2.465 Orang Dipulangkan dari Wisma Atlet

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 04 Juni 2020, 10:30 WIB
Sebanyak 4.195 orang terdaftar sebagai pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat dan 2.465 orang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya