Kamis 10 Januari 2019, 12:00 WIB

Polres Luwu Utara Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Wilayah Zona Merah

Lina Herlina | Nusantara
Polres Luwu Utara Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Wilayah Zona Merah

ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

 

KEPOLISIAN Resor Luwu Utara, Sulawesi Selatan menggelar program mitigasi bencana di wilayah yang disebut sebagai zona merah rawan bencana di daerah sana, yaitu Dusun Minanga, Desa Minanga, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.

Daerah tersebut merupakan daerah yang rawan banjir dan longsor. Lantaran kondisi geografis yang berada di ketinggian dengan letak desa yang tersebar di bawah lembah, membuat daerah tersebut, sejak dulu, masuk sebagai zona rawan bencana, khususnya longsor.

"Terlebih Rongkong hari ini masih belum menikmakti jaringan telekomunikasi hingga menyulitkan masyarakat berkomunikasi dengan warga di luar Kecamatan Rongkong," jelas Kapolres Luwu Utara AKBP Boy FS Samola.

Bahkan, menurutnya, rentetan bencana yang melanda negeri ini, membuat semua sadar pentingnya pemahaman akan mitigasi.

Terlebih luapan Sungai Rongkong saat musim hujan tiba, bisa menimbulkan banjir besar, bukan di wilayah Rongkong sendiri, tapi kecamatan lain yang dialiri sungai terbesar di Luwu Utara itu.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Gubernur Kalsel Raih Antara Award

Maka, menurut Boy, digelarlah program mitigasi bencana, berupa simulasi tanggap darurat bencana yang melibatkan semua unsur terkait dengan stake holder terkait seperti, Basarnas, PMI, BNPB hingga Masyarakat.

"Kegiatan ini sebenarnya, bukan baru dilakukan. Sejak Oktober, kami sudah melakukan penanaman 1.000 pohon di sepanjang Sungai Rongkong, sebagai antisipasi longsor dan minimalisir banjir," kata Boy.

Tujuan kegiatan itu, lanjut Boy, sebagai bentuk edukasi masyarakat, cara mendeteksi bencana. Jika ada bencana, apa yang harus merekalakukan. Disamping itu, meningkatkan ketetampilan relawan.

"Daerah sini itu banyak spot longsor, hingga memang butuh atensi bersama semua pihak. Memang Pemda sudah lakukan relikasi, tapi mereka kembali lagi, dengan alasan lahan pertanian mereka berada di sini. Sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memberi edukasi," lanjut Boy.

Kegiatan tersebut pun menjadi perhatian warga Minanga yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa itu.

"Iya, rawan sekali memang, ke sini saja sulit dijangkau kendaraan, harus pakai kendaraan roda dua melintasi tebing. Kalau hujan jalanan licin, dan jaraknya tiga kilometer dari jalan utama yang juga masih sulit diakses kendaraan roda dua," ungkap Edison, salah seorang warga.

Tapi ia mengaku senang dengan kegiatan itu. Mereka bisa tahu bagaimana mengantisipasi dan cara yang dilakukan jika ada bencana. (OL-2)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Kalsel Masih Tertinggi Kasus Covid-19 di Pulau Kalimantan

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:09 WIB
Provinsi Kalsel berada diurutan ke lima jumlah kasus positif virus korona di bawah Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan...
Dok: Pribadi

Tenaga Honorer RSUD Suradadi Tegal dapat Bantuan Sembako

👤Supardji Rasban 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:30 WIB
Selain tenaga honorer dan tukang parkir yang mendapat sembako, RSUD Suradadi pun mendapat bantuan...
MI/Gabriel Langga

19 Napi Jalani Rapid Test Sebelum Dipindahkan ke Rutan Maumere

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:15 WIB
Rumah tahanan Polres Sikka saat ini sudah melebihi kuota, sehingga 19 napi harus dipindahkan ke rutan Maumere berdasarkan permintaan dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya