Rabu 09 Januari 2019, 19:11 WIB

Sepanjang 2018, Terjadi 82 Kali Longsor di Brebes

Supardji Rasban | Nusantara
Sepanjang 2018, Terjadi 82 Kali Longsor di Brebes

MI/Supardji Rasban

 

BENCANA tanah Longsor di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, termasuk cukup sering terjadi. Sepanjang 2018, terjadi bencana longsor di kabupaten perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat tersebut mencapai 82 kali dari 201 bencana lainnya.

Hal itu diungkapkan Bupati Brebes, Idza Priyanti, dalam sambutan Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Islamic Center Brebes, Rabu (9/1). "Masih lekat di ingatan kita bagaimana bencana longsor bulan Februari tahun lalu yang bahkan menjadi isu nasional," ujar Idza.

Idza berharap dapat mengefektifkan dan mengoptimalkan serta menyatukan langkah dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di Kabupaten Brebes. "Hadirnya kita di sini adalah upaya agar ada kesamaan persepsi dan koordinasi antar pihak terkait dalam penanganan dan penanggulangan bencana," jelas Idza.

Idza menyampaikan dalam menghadapi bencana alam tak hanya tugas dari pemerintah dan instansi terkait saja, namun dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam mendukung dan ikut berpartisipasi dalam melakukan penanganannya.
 
"Dibutuhkan peran serta masyarakat. Untuk itu saya juga berharap apel ini dapat memberikan semangat kepada kita semua agar selalu mengedukasi masyarakat, betapa pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi resiko bencana," terangnya.

Dandim 0713/Brebes Letkol (Inf) Faisal Amri menyebut apel tersebut melibatkan seluruh instansi yang berkaitan dengan kesiapan bencana. Intinya kita tidak ingin ada bencana, tapi seandainya pun ada bencana kita sudah siap.

"Dengan gelar ini, kita tahu jumlah kesiapan kita. Nanti kalau ada kekurangan akan kita lengkapi sehingga kalau nanti ada bencana kita sudah siap," jelasnya.

Faisal juga mengutarakan ada beberapa titik yang diwaspadai dapat berpotensi bencana yakni di Kecamatan Salem dan Kecamatan Losari. Dia menyebut di wilayah Kecamatan Salem ada rekahan tanah baru. Tapi sudah dilakkan langkah antisipasi dengan memasang alat deteksi curah hujan maupun pergeseran tanah.

“Kami sudah antisipasi itu. Kalau potensi tetap ada, tergantung cuaca dan alam, kalau hujan terus menerus bisa saja terjadi, tapi sampai saat ini kondisi masih relatif aman," jelas Faisal. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Kurang Modal Tangani Karhutla

👤RF/DW/PO/PT/N-2 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:40 WIB
Bangka Belitung masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tergolong tinggi. Tahun lalu, misalnya, kejadian...
MI/RAMDANI

Bank Mandiri Rangkul Alumni UII

👤RO/N-2 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:30 WIB
Demi mendorong peningkatan transaksi elektronik, bank terbesar di Tanah Air itu me­rangkul Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Bertumpu pada Rumah Sakit Lapangan

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 03 Juli 2020, 05:20 WIB
Jumlah pasien covid-19 di Jawa Timur masih akan naik. Tekanan terberat dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya