RS Premier Group Layani Pasien CoB BPJS Kesehatan

Penulis: (RO/H-2) Pada: Rabu, 09 Jan 2019, 12:00 WIB Humaniora
RS Premier Group Layani Pasien CoB BPJS Kesehatan

ist

RAMSAY Sime Darby Health Care Indonesia atau Rumah Sakit Premier Group (RS Premier Bintaro dan RS Premier Jatinegara) melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama layanan cashless bagi pasien coordination of benefit (CoB) BPJS Kesehatan dengan perusahaan asuransi swasta yang tergabung dalam Forum Asuransi Kesehatan Indonesia (Formaksi).

"RS Premier dan Formaksi akan berusaha menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah dengan sistem sinergi dengan CoB. CoB sendiri sudah diatur dalam UU sehingga program ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya, untuk dapat lebih menyejahterakan masyarakat terutama dalam hal pelayanan kesehatan," ujar Presiden Direktur Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia, dr Juniwati Gunawan, seusai acara penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Jakarta, kemarin.

Formaksi merupakan forum yang mewadahi perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum yang memasarkan produk asuransi kesehatan. Formaksi beranggotakan 12 perusahaan asuransi. Kerja sama dilakukan antara RS Premier Group dan 10 dari 12 perusahaan asuransi itu.

Kerja sama yang ditandatangani merupakan adendum dari kerja sama penjaminan langsung yang sudah berjalan sebelumnya. Dengan adanya jaminan BPJS Kesehatan, kerja sama itu diperluas untuk pasien CoB BPJS Kesehatan.

CoB merupakan konsep yang mencakup dua atau lebih perusahaan penanggung (BPJS Kesehatan dan asuransi swasta) yang menanggung orang (nasabah) yang sama untuk manfaat asuransi kesehatan yang sama. Tujuannya, mengoptimalkan manfaat yang diberikan kepada nasabah.

Saat ini bagi pasien BPJS Kesehatan yang juga memiliki asuransi kesehatan tambahan (AKT) yang mereka beli dari perusahaan asuransi swasta, mereka harus membayar terlebih dahulu selisih biaya yang terjadi jika memilih perawatan di atas haknya (naik kelas kamar).

Selisih itu, dalam istilah asuransi dikenal sebagai ekses.

Dengan adanya perluasan kerja sama itu, pasien BPJS Kesehatan yang juga memiliki AKT tidak perlu membayar ekses tersebut di RS karena ekses yang timbul akan langsung ditagih RS ke perusahaan asuransi, tentu sesuai dengan syarat dan kondisi, serta batasan jaminan polis. Hal tersebut akan memberikan kemudahan bagi pasien yang memiliki jaminan BPJS Kesehatan yang sekaligus pemakai asuransi kesehatan tambahan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More