Selasa 08 Januari 2019, 23:30 WIB

Waspadai Perubahan Cuaca Ekstrem

Nurul Hidayah | Nusantara
Waspadai Perubahan Cuaca Ekstrem

Dok MI

 

INTENSITAS hujan di sejumlah wilayah belum begitu tinggi pada Januari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak musim hujan terjadi bulan depan. Meski demikian, ada beberapa daerah yang sudah dilanda banjir dan longsor.

Seperti di Kabupaten Ku­ningan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Agus Mauludin menyebutkan ada 15 kecamatan rawan bencana pergerakan tanah, longsor, dan banjir.

“Warga sudah kami minta untuk menghindari tempat yang berbahaya dan rawan bencana. Jadi, kami selalu meminta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” kata Agus, Selasa (8/1).

Dari Kabupaten Bandung Barat, longsor di wilayah Gunung­halu menyebabkan akses peng­hubung antardesa terputus, serta dua ruang kelas SMAN 1 terancam roboh. Kapolsek Gununghalu, AK Ikhwan Her­yanto, mengatakan bencana di SMAN 1 Gununghalu diakibatkan hujan deras, ditambah efek dari gempa yang terjadi di Tasikmalaya. Longsor tidak sampai menimbulkan korban, tapi mengakibatkan kerugian materi sekitar Rp70 juta.

Longsor talud juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Longsor menggerus lahan pekarangan dan menggenangi permukiman penduduk di Desa Ponggok dan Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Hujan deras dan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tumbang.

Masih terkait dengan bencana, aksi cepat tanggap dilakukan Tasikmalaya dalam mendistribusikan bantuan kepada para korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung. Sumbangan yang dibawa dengan dua unit truk, diperoleh dari masyarakat di Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, dan Pangandaran.

Kepala Pimpinan Cabang ACT, Taufik Perdana, mengatakan bantuan yang dikirim ke Banten dan Lampung mulai makanan, pakaian, dan kebutuhan mandi, serta air  mineral.  

Kebakaran hutan
Pada bagian lain, sejumlah daerah di Sumatra mulai mewaspadai kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan yang melanda di Riau sudah terjadi sejak awal 2019. Kebakaran terparah di kawasan hutan produksi terbatas seluas 20 hektare di Desa Mamugo, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

“Kebakaran hutan dan lahan di Riau secara umum sudah berhasil dipadamkan. Selasa (8/1). yang di Rumbai sudah padam, di Kampar selama dua hari dan berhasil dipadamkan, sedangkan yang di kawasan HPT Desa Mamugo, Rokan Hilir, akhirnya padam disiram hujan,” ungkap Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Pekanbaru, Edwin Putra.

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan, Syahnan, mengatakan seiring perkiraan masuknya musim kemarau pada awal Januari hingga Maret. “Kita saat ini memang sudah mulai musim kemarau. Jadi, memang imbauannya tentu titik panas yang bisa memicu kebakaran hutan,” ujarnya. (JS/YK/DG/AD/RK/PS/YP/RF/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More