Warga Kebon Jeruk Ditahan Polisi Gara-Gara Air Soft Gun Tanpa Izin

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Minggu, 06 Jan 2019, 11:43 WIB Megapolitan
Warga Kebon Jeruk Ditahan Polisi Gara-Gara Air Soft Gun Tanpa Izin

thinkstock

SEORANG sopir berinisial OC, 39, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian karena memiliki senjata air soft gun tanpa dilengkapi surat-surat resmi.

Pria itu diketahui berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Kp Rawa II RT 02/4 Kebon Jeruk Jakarta Barat.

OC telah diamankan tim reskrim Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Marbun menjelaskan anggotanya yang saat itu sedang melaksanakan observasi wilayah mendapat informasi dari warga bahwa ada seseorang memiliki senjata api dan sering dibawa-bawa saat pulang dan pergi bekerja.

Kemudian unit Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Irwandy Idrus bersama Panit Reskrim melakukan pengecekan dan penyelidikan, hingga dapat mengamankan pelaku di depan rumahnya.

Baca juga: Polisi Segera Serahkan Berkas Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI

"Kita amankan (pelaku) berinisial OC saat di rumahnya dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan sepucuk senjata air soft gun yang disimpan di dalam lemari rumahnya berikut peluru dan sarung senjatanya," jelas Kompol Marbun, Minggu (6/1).

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP AKP Irwandy Idrus menambahkan, pelaku mengakui senjata air soft gun tersebut miliknya yang dibeli dari kawannya sekitar lima bulan yang lalu seharga Rp2,9 juta.

"Selain sepucuk senjata air soft gun yang diamankan, kita juga menyita barang bukti lainnya seperti 24 butir peluru mainan, 1 kantong plastik peluru gotri, 3 buah gas, 1 sarung senjata, dan 1 kardus kemasan senjata," tambah Irwandy.

Akibat perbuatannya, pelaku berikut barang bukti tersebut diamankan ke Mapolsek Kebon Jeruk untuk di proses lanjut.

"Pelaku kita jerat Pasal 1 ayat (2) UU Darurat No 12 th 1951," tutupnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More