Buruh Migran Indonesia Tewas di Singapura

Penulis: Nurul Hidayah Pada: Kamis, 03 Jan 2019, 18:43 WIB Nusantara
Buruh Migran Indonesia Tewas di Singapura

ILUSTRASI--Dok.MI

SEORANG pekerja migran Indonesia asal Blok Gandok, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Nurhidayati binti Wartono Surata, tewas di Singapura. Saat ini, jenazah sedang dalam proses pemulangan ke Indramayu. Dari informasi, di leher korban terdapat bekas cekik yang menandakan dugaan tewas akibat dibunuh.

Warsem, ibunda Nurhidayati, mengungkapkan sempat menelpon anaknya pada Minggu (30/12) pagi. Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB, Warsem kembali menelpon namun tak diangkat. Ia sempat khawatir karena ditelpon berulang kali tetap tidak mendapat jawaban.

Keesokan hari, Senin (31/12), ayah tiri korban, Muradi, 57, mendapat telpon dari KBRI Singapura pada pukul 15.00 WIB. KBRI mengabarkan Nurhidayati meninggal dunia dengan dugaan dibunuh.

"Saya benar-benar kaget," ungkap Warsem, Kamis (3/1).

Padahal, lanjut Warsem, saat berbincang ditelpon pada Minggu pagi, Nurhidayati mengaku sehat dan dalam keadaan baik. Nurhidayati pun sempat menanyakan kabar keluarga di kampung halaman sembari berbincang dengan anak semata wayangnya, Wisnu Prayogi, 11.

Dalam obrolan itu, Nurhidayati berpesan pada Warsem untuk selalu memperhatikan makan anaknya.

"Setelah itu ia mengakhiri telepon dengan alasan ada urusan. Tapi berjanji akan segera menelpon lagi sore hari," ungkap Warsem.

Baca Juga: Empat Jenazah Buruh Migran NTT Akan Dipulangkan

Karena tak kunjung menelpon di sore hari, Warsem berinisiatif untuk menghubungi lebih dulu namun tak kunjung diangkat.

Dijelaskan Warsem, Nurhidayati memilih menjadi TKI setelah bercerai dengan suami. Ini dilakukan untuk membiayai kebutuhan hidup anak semata wayangnya yang saat itu masih balita. Awalnya, Nurhidayati menjadi TKI ke Arab Saudi selama dua tahun. Setelah itu memutuskan menjadi TKI di Singapura pada 2013.

Setelah bekerja 3 tahun, ia kembali ke kampung halaman. Kemudian Nurhidayati berangkat kembali ke Singapura melalui PT Ceger Sari Buana dan bekerja di majikan yang berbeda.

"Seharusnya masa kontraknya berakhir Desember 2018," imbuhnya.

Namun karena tidak punya uang, ia meminta kepada majikannya agar memperpanjang kontraknya hingga Agustus 2019.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Juwarih, menjelaskan berdasarkan informasi dari KBRI Singapura, Nurhidayati meninggal akibat dibunuh pada 30 Desember 2018 pukul 22.40 waktu Singapura.

Atas kasus tersebut, polisi setempat telah menangkap seorang laki-laki asal Bangladesh yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

"Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya pada hari ini (Kamis)," kata Juwarih.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More