Kamis 03 Januari 2019, 15:13 WIB

Bali Targetkan Bebas Rabies Sebelum 2020

Arnoldus Dhae | Nusantara
Bali Targetkan Bebas Rabies Sebelum 2020

MI/RUTA SURYANA

 

PEMERINTAH Provinsi Bali akan berupaya serius untuk membebaskan Bali dari kasus rabies sebelum tahun 2020. Sebelumnya, target bebas rabies ditetapkan pada 2020, namun Gubernur Bali Wayan Koster meminta agar dipercepat.

"Target awal kita tahun 2020 Bali harus bebas rabies. Namun setelah saya pelajari tim yang ada, anggaran yang tersedia, dan pencapaian yang sudah ada, saya minta sebelum tahun 2020 Bali sudah bebas rabies. Pemerintah akan memberikan perhatian serius bagaimana caranya agar Bali bebas rabies lebih cepat dari target semula," ujar Koster di Denpasar, Kamis (3/1).

Ia mengatakan, awalnya penanganan rabies di Bali ditargetkan selesai pada tahun 2020. Artinya, di tahun 2020 Bali sudah bebas rabies. Namun dengan sumber daya yang ada, target Bali bebas rabies bisa dipercepat. Sebab, dengan dideklarasikannya Bali bebas rabies di tahun 2019 menjadi promosi tersendiri bagi Bali di mata dunia.

Untuk mencapai target tersebut, Koster sudah bertemu dengan beberapa pihak terkait antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Kesehatan, tim pemberantas rabies yang melibatkan pakar, akademisi dan praktisi. Kinerja dan keahlian tim ini sudah teruji dengan berhasil membersihkan beberapa zona di Bali hingga bebas rabies. Tim inti yang terlibat antara lain Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Wayan Mardiana  dan dua pakar rabies Prof I Ketut Pudja dan AA Gde Putra serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya.

"Kita akan menguatkan program pemberantasan rabies tersebut termasuk juga tindakan pencegahan dini seperti vaksinasi. Dengan anggaran dan tim yang sudah ada, kita prioritaskan daerah yang masih masuk kawasan terjangkit rabies sehingga di tahun mendatang sudah benar-benar bebas. Sedangkan kawasan lain kita juga cover agar tetap bebas rabies," tuturnya.

Baca Juga: Bali Targetkan Bebas Rabies Tahun 2020

Sementara Wayan Mardiana menambahkan selama ini tim sudah bekerja dan memprioritaskan untuk mengatasi rabies di kawasan yang masih disebut zona merah rabies.

“Pencegahannya juga mencakup sosialisasi dan informasi terutama kepada pemilik anjing agar senantiasa menjaga kesehatan hewan peliharaannya sehingga dapat terhindar dari rabies. Juga langkah-langkah pencegahan agar rabies tidak menyebar ke kawasan lain di luar zona merah tersebut. Program ini juga kita sharing dengan kabupaten/kota bahkan ke desa-desa sebagai ujung tombak,” ungkapnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Prof Ketut Pudja menyambut baik dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali agar kasus rabies di Bali bisa cepat tuntas dan mengembalikan nama Bali sebagai provinsi bebas rabies

“Tahun ini (2019) pun kami berusaha menggempur rabies agar bisa tuntas di Provinsi Bali, jadi tidak perlu tunggu tahun 2020,” tukasnya.

Kadis Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyatakan dukungan penuh dalam penanggulangan rabies terutama dengan tindakan kesehatan jika terjadi gigitan anjing, serta penyediaan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Juga didukung dengan adanya 42 rabies center di seluruh Bali. Jika mampu terlaksana (tahun 2020 bebas rabies) tentu sangat baik dan kita dukung penuh,” tandasnya.     

Sebelumnya, Gubernur Koster juga mengusulkan untuk mengadakan kontes anjing kintamani serta penggalakkan usaha penangkaran satwa terancam punah untuk menjaga keberadaan satwa endemik Bali tersebut.

“Penangkarannya kita perbanyak dan dilarang untuk dibawa keluar Bali.  Ini penting untuk proses pelestarian di tanah aslinya dan kalau perlu kita akan buatkan aturan khusus untuk itu."(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More