Kamis 03 Januari 2019, 10:25 WIB

Tol Trans-Jawa Hidupkan Usaha Rakyat

Akhmad Safuan | Nusantara
Tol Trans-Jawa Hidupkan Usaha Rakyat

MI/Akhmad Safuan
Artis serta Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Dapil 10 Kristina menyempatkan mampir ke Pasar Grosir Batik Sentono, Kota Pekalongan untuk mengetahui geliat perekonomian kota itu yang mengandalkan kerajinan dan seni batik.

 

KEKHAWATIRAN matinya usaha setelah beroperasinya jalan Tol Trans-Jawa tidak tidak terbukti. Usaha perdagangan batik di Pekalongan dan Batang tetap berjalan lancar, meskipun tol Merak-Surabaya telah tersambung dan beroperasi akhir tahun ini.

Para pengusaha batik Pekalongan dan Batang, Jawa Tengah dapat berlega hati. Masa liburan Natsl dan tahun baru (Nataru) telah usai bersamaan mulainya beroperasi jalan Tol Trans Jawa yang sebelumnya membuat kekhawatiran akan robohnya usaha mereka.

Pasar Grosir Batik Sentono di Kota Pekalongan pada masa arus mudik dan balik liburan Nataru tetap ramai dikunjungi para pemudik yang melintas. Meskipun, jumlah kendaraan yang melintas di jalur pantura berkurang 50% karena tersedot di jalan tol Trans Jawa ruas Pemalang-Batang-Semarang yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Kamis (20/12/2018) lalu.

Bersamaan dibukanya ruas tol tersebut, interchange Tol Kota Pekalongan yang berada persis di depan Pasar Grosir Batik Setono tidak jauh dari perbatasan Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang menjadi pembuka jalan tetap lancarnya perniagaan batik dengan terbukti masih ramainya pasar batik itu.

Bahkan pada masa liburan Nataru lalu, pasar batik terbesar di pantura ini dibanjiri pengunjung sehingga omset para pedagang batik melonjak dan pesaman batik tetap mengalir. 

"Meski ada Tol Trans Jawa sudah dibuka, perdagangan batik tetap lancar, bahkan omzet meningkat saat liburan Nataru kemarin," kata Ketua Pedagang Grosir Setono Sony Hikmalul.

Selama musim liburan lalu, ujar Sony, penjualan para pedagang batik di Sentono melonjak bahkan dalam sehari dapat meraih omzet hingga Rp70 juta. Hal ini karena dibukanya juga interchange tol sehingga para pemudik yang melintas di tol tetap dapat mampir ke pasar grosir batik untuk membeli oleh-oleh bagi keluarga di kampung.

 

Baca juga: Ruas Tol Rampah-Tebing Kembali Ditutup

 

Hal tersebut juga diungkapkan Kiki, 45, warga Bekasi, Jawa Barat sepulang mudik dengan keluarga dari Semarang. Meskipun melintas di Jalan Tol Trans-Jawa, para pemudik tetap menyempatkan diri mampir ke Sentono mencari batik atau oleh-oleh khas Pekalongan lainnya. Selain untuk diri sendiri, memborong batik di Pekalongan mempunyai kepuasan sendiri.

"Di samping bisa langsung membeli di pusatnya batik, juga harga batik dengan kualitas bagus harga juga miring dibanding membeli di luar Pekalongan," kata Kiki.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, mengatakan bersamaan pembangunan jalan Tol Trans-Jawa, pembangunan intercahange itu merupakan komitmen Pemerintah Kota Pekalongan untuk tetap menjaga perekonomian kota yang mengandalkan kerajinan dan seni batik tetap dapar hidup dan berkembang.

"Hasilnya saat ini terlihat, meskipun ada Trans Jawa perdagangan batik di Kota Pekalongan tetap hidup dan ekonomi tetap menggeliat," kata Saelany Machfudz.

Tidak hanya itu saja, kata Saelany Machfudz, sesuai komitmen pemerintah untuk tetap menghidupkan perekonomian kerakyatan. Di ruas Tol Trans-Jawa juga telah dibangun rest area yang memberikan prioritas untuk usaha kecil menengah (UKM) agar menempatinya, sehingga warga sekitar tol dapat tetap hidup ekonominya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara terpisah mengatakan pembangunan Tol Trans Jawa akan menghidupkan perekonomian nasional, karena tidak hanya akan mempercepat dustribusi barang dan mengurangi biaya (cost) tinggi, tetapi juga akan menghidupkan perekonomian warga dan usaha warga.

Dengan tol itu, ujar Ganjar Pranowo, investasi di daerah akan meningkat sehingga lapangan pekerjasn juga meningkat, sedangkan di sisi UKM juga hidup karena rest area di tol tersebut juga memberikan kesempatan bagi unggulan di daerah untuk dapat dipasarkan di sana. 

"Brebes dengan produk unggulan telur asin, Pekalongan dengsn batiknya demikian daerah lain produk unggulan dapat dipasarkan di rest area itu," tambahnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More