Senin 23 November 2015, 00:00 WIB

Agar Jadi Sarjana Siap Pakai, Mahasiswa Hukum Harus Banyak Berlatih Beracara

Syarief Oebaidillah | Humaniora
no-image.jpg
 
Dekan Fakultas Hukum Universitas Borobudur Prof Dr Faisal Santiago meminta mahasiswa jurusan hukum  agar lebih sering berlatih beracara. Hal ini diperlukan agar setelah lulus nanti bisa menjadi sarjana yang siap pakai.
            
“Sebagai mahasiswa jurusan hukum tidak cukup jika kegiatan sehari-hari hanya diisi dengan membaca teori hukum dan menghafal pasal-pasal. Mereka juga harus banyak tahu tentang praktik persidangan. Terutama bagi yang ingin berprofesi sebagai pengacara,” katanya seperti dalam rilis yang diterima pers, hari ini. Faisal menyampaikan itu usai membuka acara Pelatihan Profesi Advokat (PPA) yang dilaksanakan atas kerja sama Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), Perhimpunan  Advokat Indonesia (Peradi), dan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Borobudur, di Universitas Borobudur, hari ini.
            
Karena itu, pihaknya sangat mendukung kegiatan Pelatihan Profesi Advokat  ini. Sebab dengan mengikuti kegiatan pelatihan   peserta yang terdiri dari para mahasiswa jurusan hukum akan lebih mengerti dan terlatih dalam menangani persoalan hukum.
           
“Apalagi para pelatihnya terdiri atas para praktisi hukum yang tentunya tahu persis apa yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti dan memilih profesi advokat,” tambahnya.
            
Sementara itu Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Borobudur Noviyanti Situmorang mengaku senang kegiatan yang dilakukannya bekerjasama dengan Permahi dan Peradi cukup diminati para mahasiswa jurusan hukum. Hal ini terlihat dengan banyaknya peserta yang antara lain berasal dari Universitas Esa Unggul, Yarsi, Atmajaya, Unkris,  Borobudur, Tama Jagakarsa, Mpu Tantular, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
            
“Kelihatannya para peserta cukup antusias mengikuti pelatihan. Sebab banyak praktik kepengacaraan yang selama ini lebih banyak  kami dapatkan berupa teori  di kampus di dalam pelatihan ini benar-benar kami praktikan,” kata Novi. (Q-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More