Mobisaria Perkuat Layanan di Pesantren

Penulis: Micom Pada: Jumat, 21 Des 2018, 17:05 WIB Ekonomi
Mobisaria Perkuat Layanan di Pesantren

Ist

PADA hari ini, Jumat (21/12), dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) penggerak/patriot desa digital antara pihak Telkomsel dan Mobisaria.

Nota kesepahaman ini merupakan langkah awal kerja sama antara Telkomsel dan komunitas perdesaan berbasis digital melalui platform Mobisaria yang berbasis syariah.

Mobisaria merupakan platform digital yang menghubungkan komunitas-komunitas yang ada di perdesaan seperti pesantren, petani, pengrajin, usaha kecil menengah (UKM), dan lain-lain. Ada empat platform yang akan dikembangkan yakni e-wallet, micro finance, e-commerce, dan business solution.

E-wallet ialah dompet elektronik yang dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran seperti PLN, PAM, BPJS Kesehatan, serta pembelian pulsa telepon selular. Adapun micro finance adalah aplikasi pengajuan kredit mikro.

Sedangkan e-commerce merupakan aplikasi untuk transaksi pembelian barang secara daring.

Terakhir, business solution merupakan aplikasi yang membantu komunitas perdesaan untuk meningkatkan produktivitas.

Semuanya ini akan terhubung dalam sebuah aplikasi yang nyaman, cepat, dan mudah.

Dukungan Telkomsel sebagai operator selular merupakan bagian dari misi Telkomsel untuk mengembangkan desa digital yang akan memberikan manfaat bagi komunitas yang ada di perdesaan, termasuk mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

Sebagai operator terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan hingga ke pelosok-pelosok perdesaan, Telkomsel memberikan keuntungan dengan membangun digitalisasi perdesaan dengan lebih cepat.

Platform Mobisaria juga akan menghubungkan koperasi-koperasi syariah di Indonesia yang disebut sebagai BMT (baitul mal wat tamwil) di mana BMT-BMT ini juga akan terhubung dalam sebuah platform yang akan mempermudah antar-BMT untuk melakukan transfer, pemberian kredit, serta transaksi lainnya.

"Kami sudah bekerja sama dengan beberapa pesantren dan BMT di Indonesia. Kami bermitra dengan Telkomsel karena sebagai salah satu infrastruktur digital terbesar di Indonesia, mereka punya anak perusahaan yang bernama TCash," tutur Dadang Geminar, Pendiri dan Direktur Mobisaria di Telkomsel Smart Office Jakarta, Jumat (21/12).

Tidak hanya itu, Mobisaria juga akan menyatukan point reward dan cross merchant sehingga bisa membnatu memperluas layanan BMT.

BMT adalah koperasi berbasis syariah yang pengelolaan dananya bersifat komersial maupun sosial.

BMT menganut asas syariah yang mengharamkan bunga namun besifat gotong royong dan kebersamaan antaranggota.

Kerja sama dengan BMT ini dilakukan melalui Pusat Inkubator Usaha Kecil (Pinbuk) yang selama bertahun-tahun telah membantu membentuk dan mengembangkan banyak BMT di Indonesia.

Untuk menggerakkan digitalisasi pedesaan ini, Mobisaria akan menggerakan kelompok-kelompok yang aktif menggerakkan ekonomi berbasis digital.

Mereka disebut sebagai penggerak atau patriot desa digital, yang merupakan mahasiswa, pemuda dan kaum milenial untuk didorong menciptakan startup maupun aktivitas digital marketing. Tugas mereka selain menyosialisasikan digitalisasi perdesaan juga mendorong mengkampanyekan produk daerah maupun mengembangkan bisnis di perdesaan.

Dengan kerja sama itu, nantinya Mobisaria bisa menggunakan infrastruktur milik Telkomsel, dan menggunakan T-Cash sebagai produk Telkomsel untuk payment segala bentuk e-wallet, micro finance, e-commerce dan business solution.

Rahmat Susanta, Pendiri dan Business Development and Marketing Director Mobisaria, menjelaskan, platform Mobisaria dibangun berangkat dari concern pada masyarakat perdesaan.

"Kawasan perdesaan secara growth sudah mulai meningkat dan pemerintah sekarang sedang fokus membangun desa. Presiden Jokowi (Jokowi) memiliki banyak program untuk perdesaan.

Jadi kita melihat desa secara ekonomi cukup potensial. Kita lihat problemnya orang desa apa, mereka tidak memiliki akses ke keuangan dan akses pasar, tapi mereka punya kualitas barang bagus," jelasnya.

Mobisaria menargetkan 30 juta pengguna potensial dari kerja samanya tersebut terutama yang berada di kalangan pesantren dan BMT, dengan transaksi minimal Rp100 ribu per hari untuk satu orang di seluruh Indonesia dalam waktu 1-2 tahun. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More