Rabu 19 Desember 2018, 17:41 WIB

Indonesia Berkomitmen Jaga Perdamaian Dunia

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Indonesia Berkomitmen Jaga Perdamaian Dunia

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/

 

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi mengingatkan komitmen Indonesia untuk terus merawat perdamaian dunia.

"Perdamaian tidak datang dari langit. Perdamaian harus diupayakan dan dirawat. Sementara itu, perbedaan adalah kodrat. Untuk itu pengingkaran terhadap perbedaan adalah pengingkaran terhadap kodrat," ujar Retno saat menjadi pembicara di Universitas Padjajaran, berdasarkan keterangan resmi yang diterima Media Indonseia, Rabu (19/12).

Baca juga: ISIS Eksekusi 700 Tahanan di Suriah

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan, upaya Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia. Bagi Indonesia, diplomasi perdamaian dan diplomasi kemanusiaan menjadi dua fokus kuat diplomasi, khususnya di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

Menyoroti Afghanistan yang tengah berada dalam situasi konflik, Indonesia menginisiasi pertemuan trilateral ulama antara Afghanistan, Pakistan dan Indonesia. Tujuannya mengajak para ulama di ketiga negara bertukar pandangan mengenai perdamaian.

Indonesia juga secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pada Oktober lalu, telah diresmikan Palestine Walk yang menandai solidaritas Indonesia dan Palestina. Lebih lanjut, Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi pada UNRWA dalam penanganan isu pengungsi Palestina.

Dalam diplomasi, Indonesia selalu mengupayakan pencegahan konflik (conflict prevention). “Indonesia yang majemuk membuat potensi perbedaan mutlak ada. Namun, kita menjadikan kemajemukan sebagai aset. Kemajemukan harus dirawat dengan toleransi dan saling menghormati. Insya Allah Indonesia akan dilihat sebagai negara yang kuat dan dicontoh oleh negara lain," imbuh Retno.

Retno turut menyampaikan, upaya diplomasi kemanusiaan Indonesia seperti pada isu Rakhine State. Dalam upaya penanganan pengungsi Rakhine State, Indonesia senantiasa memperjuangkan repatriasi pengungsi yang berprinsip sukarela, aman, dan bermartabat. “Indonesia akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan isu kemanusiaan dapat diselesaikan dengan bermartabat," pungkasnya.

“Rekam jejak diplomasi Indonesia selama ini dicatat dan diapresiasi oleh dunia. Hasilnya, Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Capaian ini menjadi capaian seluruh anak bangsa," lanjut Retno.

Tak lupa dia berpesan bagi seluruh pemuda Indonesia untuk merawat persatuan dan menghormati perbedaan. Di Bandung sendiri, sebagai kota tempat diadakannya Konferensi Asia Afrika 1955, diharapkan generasi muda dapat terus menjadikan Bandung sebagai tempat di mana perdamaian dapat terus ditumbuhkembangkan.

Baca juga: Kasus 1MDB, Malaysia akan Ekstradisi Mantan Bankir Goldman

Public lecture Menlu RI di Universitas Padjadjaran merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Diplofest" atau Diplomacy Festival yang diadakan Kementerian Luar Negeri di Bandung pada 18-19 Desember 2018. “Diplofest" bertujuan untuk mendekatkan dunia diplomasi dan langkah diplomasi Indonesia kepada kalangan generasi muda.

Sebelumya, acara Diplofest telah sukses diselenggarakan di Yogyakarta pada 25-26 Oktober 2018 dan Surabaya pada 23-24 November 2018.(Tes)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More