Ganjil Genap Diberlakukan Hingga Akhir 2018, Kemudian Diterapkan ERP

Penulis: Selamat Saragih Pada: Senin, 17 Des 2018, 16:21 WIB Megapolitan
Ganjil Genap Diberlakukan Hingga Akhir 2018, Kemudian Diterapkan ERP

ANTARA FOTO

PEMBERLAKUAN sistem ganjil genap terhadap operasional kendaraan di Jakarta sampai akhir tahun 2018. Kemudian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap aturan ganjil genap yang bakal selesai pada akhir tahun ini. Jika hasil kajian ganjil genap sudah ada, baru pihaknya akan memberlakukan ERP.

"Kita sedang melakukan evaluasi sistem ganjil genap sesuai rencana akan berakhir pada 31 Desember," ujar Sigit, di Jakarta, Senin (17/12).

Meski saat ini pihaknya telah mengantongi data, lanjut Sigit, namun belum lengkap.

"Jadi sekarang, kita pada posisi sudah punya data evaluasinya tetapi kita ingin evaluasinya lebih luas," tuturnya.

Baca Juga: BPTJ Beri Rekomendasi Agar Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang

Dia menambahkan, masalah utama yang ingin dilihat Pemprov DKI yaitu terkait perubahan perilaku masyarakat menggunakan angkutan umum. Bahkan, ada saran agar penerapan sistem ERP diberlakukan untuk semua kendaraan bermotor.

Kajian mengenai ganjil genap juga akan dibahas dari sudut pandang lain. Seperti, sisi ekonomi yang akan dijadikan rujukan apakah kebijakan pembatasan kendaraan sistem ganjil genap tetap dilanjutkan atau tidak.

"Kemudian kita bicara apakah ini bisa menjadi satu dorongan untuk giat ekonomi yang lain. Ini juga kita lihat," lanjutnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More