Jokowi Minta Babinsa Kawal Dana Desa

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Minggu, 16 Des 2018, 19:30 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Minta Babinsa Kawal Dana Desa

MI/solmi

PRESIDEN Joko Widodo meminta bintara pembina desa atau Babinsa turut mengawal pelaksanaan program dana desa agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

"Dana desa ini kita harapkan meningkatkan perputaran uang di desa dan kecamatan. Karena itu, saya titip pembelian-pembelian untuk kegiatan yang berkaitan dengan dana desa itu beli produknya di desa setempat saja," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada 3.316 Babinsa di Universitas Jambi, Minggu (16/12).

Baca juga: Tunjangan Babinsa Naik, Presiden: Bintara saja dapat Rp1 Juta

Sejak digulirkan pemerintah pada 2015, anggaran dana desa terus meningkat. Presiden menuturkan, pada 2015 anggaran dana desa mencapai Rp20 triliun, tahun 2016 meningkat jadi Rp47 triliun, dan 2017 serta 2018 masing-masing Rp60 triliun. Pemerintah pusat merencanakan untuk meningkatkan dana desa pada tahun depan menjadi Rp70 triliun.

Dana desa tersebut, menurut Presiden terbukti dapat menyejahterakan warga desa dengan penurunan angka kemiskinan desa dari 13,47% pada 2017 menjadi 13,2% di tahun ini.

Sejak dana tersebut dikucurkan ke 74.900 desa, papar Jokowi, pembangunan di desa berjalan masif. Sudah terbangun 123.000 km jalan desa, 11.500 unit posyandu, 18.000 PAUD, 6.500 pasar desa, 791.000 meter jembatan, 28.000 unit irigasi, dan 1.900 embung, serta 2.600 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Pembangunan di desa sangat penting, menurut Jokowi, karena selama ini ada ketimpangan antara di desa dan kota. "Perputaran mayoritas di kota. Jadi anggaran desa kami harapkan tingkatkan perputaran uang di desa," imbuh mantan Wali Kota Solo

Antisipasi Perubahan Global

Selain menyinggung soal dana desa, Jokowi juga mengingatkan tentang daya saing global, khususnya menghadapi revolusi industri 4.0. Dinamika perekonomian dan politik global, kata dia, berubah cepat dan memberikan dampak yang positif ataupun negatif.

Oleh karena itu, ia meminta Babinsa meningkatkan kapasitasnya guna menghadapi perubahan global. Ia meminta agar sampai perubahan-perubahan itu berdampak negatif kepada masyarakat.

"Pasti akan ada intervensi masuk budaya-budaya impor. Pasti akan masuk ideologi-ideologi impor yang masuk ke desa-desa. Tidak bisa kita cegah, tidak ada batasannya. Zaman keterbukaan seperti ini, ada perubahan-perubahan yang mungkin mereka (Babinsa) tidak sadari. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa intervensi ideologi ke desa itu bisa terjadi lewat offline, tapi juga bisa lewat online seperti gawai. Ini yang harus diwaspadai," tandasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More