PGN Bantah Tudingan KPPU Proyek Kalija I Langgar Aturan

Penulis: MICOM Pada: Minggu, 16 Des 2018, 19:13 WIB Ekonomi
PGN Bantah Tudingan KPPU Proyek Kalija I Langgar Aturan

ANTARA FOTO/R. Rekotomo

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kembali mengusut dugaan adanya persekongkolan dalam proyek pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) I yang digarap anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), yakni PT PGAS Solution pada 2014 silam.

KPPU akan memeriksa proyek Kalija I ruas Kepodang-Tambak Lorok Semarang sepanjang 207 km. KPPU, berdasarkan laporan perkara Nomor 11/KPPU-L/2018, menduga ada pengaturan tender dalam lelang pengadaan jasa, engineering, procurement, and construction (EPC) di proyek tersebut.

Tudingan tersebut dibantah oleh Sekretaris Perusahaan PT PGAS Solution, Fathurahman. Menurutnya, proses pemenang pelaksana proyek telah mengacu pada prosedur yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan.

"Pelaksanaan pengadaan EPC pembangunan pengoperasian ruas Kepodang-Tambak Lorok Semarang (Kalija I) telah sesuai aturan perundang-undangnan, dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan membuka kesempatan bagi mitra pelaksana untuk berpartisipasi," tegas Fathurahman melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Minggu (16/12).

Baca juga: Melek Digital Jadi Syarat Utama UKM ke Depan

Fathurahman juga menambahkan, bahwa dalam proses pengadaan EPC, telah ditunjuk TL Offshore-Encona Consorsium sebagai mitra pelaksana pekerjaan tersebut. Penentuan pemenang pelaksana pekerjaan telah melalui tahapan evaluasi yang diberlakukan sama pada calon mitra pelaksana lainnya.

"Proses tersebut dapat memberikan gambaran dan bukti bahwa dalam penunjukkan pemenang pelaksana pekerjaan telah sesuai dengan prinsip Persaingan Usaha yang sehat," ungkapnya.

Fathurahman mengungkapkan, PT PGAS Solution ditunjuk oleh Pemerintah untuk segera menyelesaikan proyek Kalija I yang telah mangkrak selama kurang lebih 8 tahun.

Dengan tidak selesainya proyek tersebut, menimbulkan inefisiensi yang cukup besar dalam produksi listrik, karena pembangkit listrik PLTMG Tambak Lorok saat itu harus terpaksa menggunakan bahan bakar minyak (BBM), karena gas dari Lapangan Kepodang tidak bisa didistribusikan yang disebabkan belum dilakukan pembangunan pipa gas tersebut sehingga berdampak pada membengkaknya subsidi BBM saat itu.

Awalnya, proyek pipa Kalija I digarap oleh PT Bakrie And Brothers, namun karena sudah 8 tahun tak kunjung terlaksana, PGN ditunjuk untuk  mengambil alih 80% proyek tersebut.

"Agustus 2015, proyek pipa gas offshore sepanjang 200 km dan pipa onshore sepanjang 1,8 km telah berhasil diselesaikan tepat waktu dengan tanpa adanya incident (zero accident), sehingga PLTMG Tambak Lorok bisa beroperasi menggunakan gas bumi yang memberikan kontribusi penghematan yang sangat besar, serta masyarakat di sekitar Semarang merasakan manfaat besar dari gas bumi yang disalurkan," ungkapnya lagi.

Baca juga: PT PGE Targetkan Laba US$80 Juta

Proyek Kalija I merupakan komitmen PT PGAS Solution untuk secara profesional meneruskan energi baik gas bumi dengan terus menambah jaringan pipa gas.

"Dukungan masyarakat dibutuhkan agar kebaikan energi gas bumi dapat segera meluas ke rumah-rumah masyarakat. Selain menghemat biaya belanja energi, penggunaan gas bumi juga lebih aman dan lebih praktis," tutup Fathurahman. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More