Jokowi Diberi Gelar Pemimpin Bercahaya

Penulis: (RK/X-10) Pada: Minggu, 16 Des 2018, 10:15 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Diberi Gelar Pemimpin Bercahaya

ANTARA FOTO/FB Anggoro

PRESIDEN Joko Widodo menerima gelar kehormatan adat sebagai Datuk Seri Setia Amanah Negara di Balai Lembaga Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru, Riau, kemarin

Gelar kehormatan yang dianugerahkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau itu dimaknai sebagai pemimpin negara yang bercahaya dan setia menunaikan amanah dalam melindungi serta mengayomi rakyat.

"Saat pertama membaca arti dari gelar adat ini, saya teringat pada saat saya dilantik sebagai presiden Republik Indonesia. Bagian dari sumpah seorang presiden Republik Indonesia ialah berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Presiden.

Menurutnya, setiap presiden Republik Indonesia sudah diberikan amanah untuk menjaga dan memenuhi cita-cita kemerdekaan Indonesia yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta dibebankan pula amanah untuk melestarikan budaya Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar mengatakan pemberian gelar adat ini didasarkan pada sejumlah kebijakan Jokowi yang memberikan manfaat positif kepada masyarakat adat Riau.

Keputusan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Lembaga Adat Melayu Riau Nomor 33/LAMRIAU/XII/2018 tentang Penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau kepada Presiden Joko Widodo.

"Lebih kurang 17 tahun lamanya Riau selalu didatangi oleh asap. Lantas Tuan Presiden mengambil kebijakan tidak ada asap di Provinsi Riau. Alhamdulillah sudah tiga tahun ini asap tidak ada lagi," ucapnya.

Presiden Jokowi mengatakan kebijakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan itu merupakan buah kerja keras dan kerja sama antara komponen masyarakat.

Dalam kunjungan kerjanya, kemarin, Jokowi juga menyerahkan sebanyak 6.000 sertifikat hak atas tanah kepada warga Riau.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More