Revolusi Sedekade Djakarta Warehouse Project

Penulis: Ars/M-2 Pada: Minggu, 16 Des 2018, 00:20 WIB Weekend
Revolusi Sedekade Djakarta Warehouse Project

Dok. Vinodii-Ismaya

PERHELATAN tahunan electronic dance music (EDM) terbesar di Indonesia, Djakarta Werehouse Project (DWP), merevolusi dirinya tahun ini. Setidaknya, ada tiga perubahan fundamental dari penyelenggaraan DWPX-10th Anniversary Edition of Djakarta Warehouse Project.

Pertama, walau masih berlebel ‘Djakarta’, event yang dipromotori Ismaya ini digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Kedua, durasi event yang sebelumnya hanya dua hari, tahun ini diperpanjang menjadi tiga hari, dari Jumat (7/12) hingga Minggu (9/12).

Ketiga, pesta EDM yang disebut-sebut terakbar se-Asia Tenggara tersebut, pada tahun ini menampilkan penyanyi RnB The Weeknd dengan full band. Ini kali pertama DWP menampilkan band.

Revolusi tersebut, menurut pihak Ismaya, dilakukan karena ingin penyelenggaraan yang istimewa pada tahun ke-10 ini.  Namun, ternyata bukan hanya itu.

Dari informasi yang dikumpulkan, ada aroma ‘pemberontakan’ di sana. Penyelenggara tidak lagi merasa nyaman menggelar acara ini di Ibu Kota. Ketidaknyamanan itu sebenarnya sudah sejak DPW 2017 yang kemudian berbuntut rencana pemindahan DWP berikut ke luar Jakarta. Bahkan, mereka sempat berpikir menghelat DWP di Singapura.

Pesta EDM selalu diidentikkan dengan hura-hura, alkohol, narkoba, dan pakaian minim. Prasangka itu selalu memancing unjuk rasa beberapa ormas di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah ancang-ancang menerapkan pajak besar jika event tahun ini kembali diadakan di DKI.

“Harusnya pemerintah daerah beri dukungan maksimal kalau ada kegiatan industri kreatif seperti ini. Apalagi pemerintah Ibu Kota, itu kan barometer nasional. Mudah-mudahan RUU yang mengatur industri kreatif bisa cepat disahkan. Di sana mengatur soal yang seperti ini,” kata musikus Anang Hermansyah yang juga menjabat anggota Komisi X DPR RI, di lokasi DWPX, Minggu (9/12).


Meriah

Apa pun cerita di balik penyelenggaraan, DWPX berlangsung sangat meriah. Brand Manager Ismaya Live Sarah Deshita mengatakan dari pantauan tiket masuk, jumlah pengunjung setiap hari mencapai 25 ribu. Meski baru pertama diadakan di Bali, antusiasme penonton sejak hari pertama begitu besar. Antrean kendaraan mengular di sepanjang jalan menuju venue. Muda-mudi berdesakan di setiap area panggung, menari, dan menikmati musik yang berdentum kencang.

Jika berlangsung di Jakarta, komposisi pengunjungnya 70% lokal, 30% wisatawan asing. Di Bali, jumlah wisatawan asingnya lebih dominan. Banyak dari mereka yang membawa bendera negara masing-masing.

“Di sini pasti ada yang hitam, putih, ku­ning, atau warna kulit lainnya. Ada juga yang muslim, Kristen, Buddha, atau Hindu. Tapi, di sini kita berkumpul untuk merayakan kita sebagai manusia,” seru DJ Showtex yang tampil di Panggung Garuda pada hari kedua.

Showtex hanya satu dari puluhan DJ internasional yang beraksi di DWPX. Nama-nama tenar lain yang bermain ialah DJ Snake, Front Liner, Diplo, Afrojack, Armin Van Buuren, dan Major Lazer. Dari performer lokal, ada Kimokal Dipha Barus yang membuktikan DJ Indonesia pantas dapat sorotan.

Kawasan GWK yang merupakan gunung batu yang dibelah-belah membuat suasana DWPX lebih terkesan alami. Bukan hanya pemandangan yang indah, tebing-tebing batu itu ternyata menjelma ruang akustik yang sempurna. Musik yang digeber kencang pun seakan lembut di telinga.

The Weeknd menutup DWPX dengan membawakan lagu-lagu hit dari Starboy, Can’t Feel My Face, hingga Pray for Me yang menjadi soundtrack film Black Panther.

Munculnya sebuah band RnB memang terasa ganjil di tengah festival musik EDM. Namun, banyak pengunjung yang puas dengan revolusi ini. “Menurut saya sih tahun ini keren abis. Apalagi yang tutup The Weeknd,” kata Ferdi, pengunjung asal Jakarta.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More