Adu Laris Dua Superhero

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Minggu, 16 Des 2018, 00:00 WIB Weekend
Adu Laris Dua Superhero

DOK. WARNER BROS PICTURES, DOK. Sony Pictures

MENJELANG akhir tahun, dua karakter pahlawan super, Spider Man dan Aquaman, tayang di bioskop. Aksi dua pahlawan super tersebut sekaligus menandai babak baru kompetisi antara Marvel Comics dan DC Comics di layar lebar pada momentum menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019. Momentum yang dianggap sebagai salah satu prime time bagi film-film bioskop dalam memanen pemasukan.

Marvel Comics kali ini menyodorkan sosok Spider Man. Berbeda dengan film-film Spider Man sebelumnya, film teranyar ini hadir dalam bentuk animasi dengan judul Spider-Man: Into the Spider-Verse.

Cerita dibuka dengan pengakuan Peter B Parker (Jake Johnson). “Sekitar 10 tahun, aku satu-satunya Spider Man. Aku digigit laba-radioaktif,” kata Peter.

Tugas Spider Man kali ini ialah menghentikan usaha Kingpin yang ingin membuka gerbang dimensi lain demi mengembalikan istri dan anaknya yang telah tiada. Usaha Kingpin dianggap akan mengacaukan dan membahayakan kehidupan.

Saat mencoba mencegah usaha Kingpin inilah, Spider Man bertemu dengan sosok remaja, Miles Morales (Shameik Moore). Dengan sensitifitas indra yang dimiliki, Peter tahu anak di hadapannya itu punya kekuatan yang sama seperti dirinya.

Belakangan, ternyata Spider bukan hanya mereka berdua. Ulah Kingpin membuat gerbang dimensi lain terbuka dan menarik lima Spider (spider verse) dari dimensi paralel sehingga hidup dalam dunia Miles Morales.

Kehadiran mereka menghadirkan pekerjaan baru. Pasalnya, mereka tidak bisa terus di dimensi Miles. Tubuh mereka dapat hancur dan dunia mereka akan kehilangan pah­lawan superspider. Mereka harus lekas kembali ke dimensi masing-ma­sing dan itu membutuhkan alat milik Kingpin.

Kehadiran lima karakter Spider dari berbagai dimensi memunculkan pertanyaan bagi para penggemar Spider Man. Apakah Sony Pictures dan Marvel menjadikan Spider-Man: Into the Spider-Verse sebagai titik pijak untuk membuat film terpisah tentang karakter-karakter spider tersebut? Selain mereka, karakter Miles Morales dengan spider hitamnya juga memiliki cerita tersendiri dalam versi komik dan layak dibuatkan film.

Laiknya film-film Spider Man sebelumnya, kerja sama Sony Pictures dan Marvel Studios selalu berhasil menyuguhkan efek visual yang memukau. Gerakan berayun Spider Man dengan jaring laba-labanya terasa lebih hidup. Warna-warna yang solid, tempo yang dinamis, dan aksi yang berentet membuat tak ada waktu bagi penonton merasa bosan. Film berdurasi 116 menit ini jelas wajib ditonton bagi Spider Man die hard fan.


Legenda Atlantis

Sebelum Spider Man, pahlawan super dari DC Comics, Aquaman, sudah mencuri start dengan tayang di bioskop sejak 12 Desember. Berbeda dengan Spider Man yang berlatar hiruk pikuk New York, Aquaman mengajak penonton bertualang ke dunia bawah laut tempat bersemayamnya dunia Atlantis yang legendaris.

Cerita Aquaman bermula ketika Atlana (Nicole Kidman), Ratu Atlantis, kabur dari kerajaannya. Ia terdampar dan kemudian diselamatkan seorang penjaga mercusuar, Tom Curry (Temuera Morrison). Hubungan mereka berlanjut kisah kasih yang melahirkan bayi Arthur. “Kelak dia (Arthur) akan menyatukan bangsa kita (yang hidup di laut dan di darat),” kata sang ratu.

Seiring dengan perjalanan waktu, Arthur tumbuh dengan kekuatan super. Ia pulalah yang punya kans terkuat menjadi pewaris kerajaan Atlantis. Namun, ada sosok Raja Orm yang bukan hanya berambisi menguasai tujuh sa­mudra, melainkan juga menyerang dunia atas laut lantaran geram dengan ulah para penghu­ninya yang telah mencemari, bahkan membinasakan penghuni-penghuni laut.

Mampukah Arthur mencegah perang dua dunia yang menjadi bagian dari dirinya tersebut?
Dalam film ini, James Wan membuktikan ia tak sekadar piawai mengolah ketegangan pada genre horor. Didukung banyaknya karakter monster laut serta latar samudra yang bergolak, teknik jumpscare yang biasa diaplikasikan pada film horor, ternyata juga ampuh di Aquaman. Bukan hal sulit pastinya bagi sutradara yang memang besar dari film-film seram sekelas Dead Silence, Insidious, dan The Conjuring itu. Wan seperti sudah mampu memprediksi momentum yang tepat untuk teknik tersebut, bahkan di Aquaman.

Walakin, bukan berarti film berdurasi 148 menit itu hanya menjual ketegangan. Ketimbang film-film DC sebelumnya yang cenderung serius dan kelam, Aquaman menyuguhkan sesuatu yang lebih segar. Ada begitu banyak lelucon, bahkan yang receh, membuat Aquaman sedikit berbelok dari pola film DC. Bukan tidak mungkin film-film berikut dari jagat DC memakai resep sama.

Tentu saja bukan film superhero namanya tanpa efek visual maksimal. Tampilan kecanggihan dunia bawah laut hingga aksi perang yang sarat dengan efek tersebut akan menjadi pemandangan mengagumkan tersendiri.

Nah, jelas musim liburan ini akan kian seru dengan kehadiran dua superhero itu. Namun, siapa yang akan merajai box office? (Pra/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More