Rencana Gubernur NTT Naikkan Harga Tiket TNK Ditolak

Penulis: Micom Pada: Jumat, 14 Des 2018, 22:30 WIB Nusantara
Rencana Gubernur NTT Naikkan Harga Tiket TNK Ditolak

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

RENCANA kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, berujung polemik. Pasalnya, harga tiket masuk tersebut dinilai tidak masuk akal.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana menetapkan kenaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo pada awal Desember lalu. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyatakan, akan menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo hingga US$500 atau setara Rp7 juta.

Tiket itu berlaku untuk turis mancanegara yang ingin masuk ke lokasi yang pernah terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini. Sementara itu, kenaikan harga tiket masuk juga berlaku untuk turis lokal yang berkunjung ke sana. Viktor mengatakan bahwa turis lokal rencananya akan dikenakan biaya US$100 atau setara Rp1,4 juta.

Dinilai terlalu mahal, Viktor menyatakan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan fasilitas dan juga perawatan komodo. Kendati demikian, ketidaksetujuan disampaikan oleh sejumlah pihak. Salah satunya Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat (Mabar).

Demikian pernyataan sikap Formapp Mabar dalam rilisnya yang diterima Jumat (14/12).

1. Formapp menilai rencana kenaikan tiket yang diwacanakan oleh Gubernur NTT akan sangat merugikan pelaku wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, karena wisatawan asing menilai kenaikan tersebut sangat tidak rasional sehingga para wisatawan tersebut membatalkan kunjungan ke Taman Nasional Komodo.

2. Dari wacana kenaikan tiket di Taman Nasional komodo, akan banyak pihak yang akan dirugikan, misalnya kapal wisata lokal yang selama ini mengharapkan tamu backpacker atau wisatawan berbujet rendah, dengan kenaikan tersebut maka wisatawan tidak akan datang ke Labuan Bbajo dan Komodo sehingga yang rugi adalah kapal wisata lokal karena tidak ada lagi wisatawan yang mengunakan jasa mereka.

3. Wacana kenaikan tarif di TNK dari Rp350.000 ke Rp7.500.000 adalah sesuatu hal yang dilakukan tanpa kajian mendalam sehingga tidak jelas penggunaanya untuk apa saja.

4. Kami mendesak untuk pembenahaan sistem manajemen keuangan di TNK agar lebih terbuka atau transparan.

5. Akibat dari pernyataan Gubernur tentang wacana kenaikan tarif tersebut banyak pelaku wisata manggarai barat yang dirugikan.

6. Mengingat pernyataan dari gubernur tentang wacana kenaikan tiket masuk ke TNK membawa dampak buuk bagi arus kunjungan wisatawan ke TNK.

7. Mengingat pernyataan Gubernur NTT tidak mendukung program pengembangan sektor pariwisata lokal, maka dari itu, kami dari persatuan penyelam profesional Komodo mendesak Gubernur NTT untuk menarik kembali pernyataan wacana tentang kenaikan tiket masuk di TNK melalui pernyataan media massa baik lokal, nasional, maupun internasional agar wisatawan memiliki kepastian informasi agar tidak ragu untuk datan mengunjungi TNK.

8. Membandingkan Paket Tour Dunia: contoh tiket masuk pariwisata Bhutan sebesar US$250, harga tersebut sudah termasuk akomodasi, pemandu tur lokal, transportasi darat, champing, dan trekking, serta royalty untuk pembangunan setempat sebesar US$65.Ffasilitas pendukung sudah terpenuhi standar pelayanan pariwisata.

Demikian pernyataan sikap yang Formapp Mabar yang diketuai Rafael Todowela, yang diterima redaksi, Jumat. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More