Biosafety Level-3 LIPI Teliti Penyakit Menular dan Kanker

Penulis: Zubaidah Hanum Pada: Jumat, 14 Des 2018, 14:59 WIB Humaniora
Biosafety Level-3 LIPI Teliti Penyakit Menular dan Kanker

MI/Zubaidah Hanum

LABORATORIUM Biosafety Level-3 (BSL-3) milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan meneliti dan menguji obat untuk penyakit yang menular lewat udara hingga kanker. Riset bioteknologi dan biologi molekuler akan difokuskan di bidang obat dan pangan untuk mendukung prioritas kesehatan nasional.

"Penyakit menular lewat udara yang kami teliti itu seperti tuberkulosis (Tb), hepatitis, dan flu burung," ungkap Koordinator Laboratorium BSL-3 dan Clean Room, Puspita Lisdiyanti, di Pusat Penelitian Bioteknologi Cibinong Science Center, Kabupaten Bogor, Jumat (14/12).

Tuberkulosis adalah penyakit bakteri menular yang menyerang paru-paru. Lalu, hepatitis adalah peradangan pada hati karena virus dan bisa menular. Sedangkan flu burung merupakan strain virus influenza yang menginfeksi burung dan bisa menulari manusia.

"Kita akan teliti dan cari obatnya. Di sisi lain, keamanan peneliti kita menjadi prioritas untuk itu. Mereka harus terlindungi. Divaksin dulu supaya tidak tertular dan menulari," jelasnya.

Baca Juga: LIPI Resmikan Laboratorium Biosafety Level-3

Plt Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Syamsidah Rahmawati, menambahkan, laboratorium juga bisa digunakan untuk perakitan dan pengujian makhluk hidup hasil rekayasa genetika atau sintetik biologi yang aspek keamanannya belum diketahui.

"Yang sudah dihasilkan dari riset kami 15 tahun ini adalah deteksi dini kanker serviks. Sudah ada lisensi dan akan diproduksi komersial mulai tahun ini. Sedang yang masih harus diuji ialah deteksi kanker payudara dan kanker paru," beber Syamsidah.

Laboratorium BSL-3 dan Clean Room milik LIPI yang baru diresmikan, menempati gedung satu lantai seluas 754 meter persegi dengan empat laboratorium dan satu ruang utilitas. Fasilitas riset LIPI ini dilengkapi HVAC (High Ventilation Air Condition), peralatan riset yang terkini, dan telah mendapatkan sertifikat internasional Sistem Manajemen Biorisiko satu-satunya di Indonesia.

Fasilitas laboratorium BSL-3 dapat dimanfaatkan oleh seluruh pihak, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Puspita menyebutkan, sejumlah pihak sudah mengutarakan niatnya untuk memanfaatkan laboratorium BSL-3, yakni perusahaan farmasi PT Sanbio Laboratories, BUMN produsen vaksin Biofarma dan Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta.

Pembangunan BSL-3 dimulai sejak Februari 2018 dan selesai November 2018 dengan skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementerian Keuangan RI.

"Fasilitas ini harus bermanfaat dan dapat digunakan bersama baik intra LIPI maupun industri serta institusi lain sebagai bentuk layanan publik LIPI,” ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More