Sektor Perbankan Tertarik Revaluasi Aset

Penulis: Irwan Saputra Pada: Selasa, 10 Nov 2015, 00:00 WIB Ekonomi
 Sektor Perbankan Tertarik Revaluasi Aset

Dok MI

Peraturan Menteri Keuangan no 191/PMK.010/2015 tentang penilaian kembali aktiva tetap untuk tujuan perpajakan menarik perusahaan BUMN dan Swasta untuk merevaluasi aset. Regulasi yang termasuk dalam paket kebijakan ekonomi IV tersebut banyak diminati oleh sektor perbankan.

Kasubdit. Peraturan PPh Badan Kementerian Keuangan, Raden Setyadi Aris Handono menyatakan sektor perbankan, terutama perbankan swasta sangat tertarik untuk merevaluasi asetnya.

"Bank-bank swasta banyak yang tertarik. Ada yang nyatakan pasti ikut, ada yang tertarik, ada yang masih hitung-hitung. Cuma angkanya aku belum cek," katanya usai sosialisasi mengenai PMK tersebut kepada tim penilai, Selasa (10/11).

Aris menjelaskan, sektor perbankan lebih tertarik untuk revaluasi aset karena berpengaruh pada CAR bank tersebut yang memberikan keuntungan lebih ketimbang perusahaan sektor lainnya.

"Karena kalau CAR naik, dia bisa ekspansi kredit. Makanya bank sangat tertarik," jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk sektor lain, keuntungan didapatkan dari penyusutan beban pajak dan juga melalui DER. "Modalnya naik, DER nya lebih kecil, jadi dia bisa hutang lebih banyak," papar Aris.

Selain sektor perbankan, kata Aris, BUMN juga banyak yang turut merevaluasi aset menyambut regulasi tersebut. Selain itu, pengusaha perorangan juga melakukan hal yang sama.

"Kan pengusaha ada yang gak mau dalam bentuk badan, misalnya CV. Banyak kan kontraktor itu sendiri-sendiri, tapi dia punya truck, punya apa, itu yang direvaluasi," ujarnya. (Q-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More