Prospek Perekonomian 2019 Diyakini Lebih Cerah

Penulis: Cah/Try/X-6 Pada: Kamis, 13 Des 2018, 07:35 WIB Ekonomi
Prospek Perekonomian 2019 Diyakini Lebih Cerah

MI/ADAM DWI

MESKIPUN masih terdapat berbagai risiko ketidakpastian, perekonomian pada 2019 diyakini lebih mendatangkan optimisme jika dibandingkan 2018. Potensi pertumbuhan ekonomi 2019 pun diprediksi lebih cerah jika dibandingkan dengan 2018.

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Fakultas Ekonomi Bisnis Destry Damayanti, misalnya, melihat landasan ekonomi sudah terbangun solid pada 2018, tetapi masih terdapat tantangan cukup berat bagi pemerintah.

"Kita sudah mempunyai basis yang kuat. Makro dan fiskal kita sudah bagus, bahkan fiskal kita prudent. Keseimbangan primer kita diarahkan positif," terang Destry dalam diskusi bertajuk Evaluasi Ekonomi 2018 & Outlook 2019, Kahmi Economic Forum, Moving to Higher Gear: Shifting from Infrastructure to Human Capital and Innovation di Kantor MN Kahmi, Jakarta, Rabu (12/12).

Menurut dia, kebijakan prudent harus terus dipertahankan pemerintah, khususnya menyangkut sektor keuangan. Dengan begitu, investor nyaman dan dapat berbanding lurus dengan pertumbuhan investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat laju ekonomi.

Ia menambahkan modal menghadapi 2019 sudah dimiliki pemerintah, yakni pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5%, inflasi terjaga 3%, serta perolehan pajak menggembirakan, yakni 94%. "Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 2019 bisa lebih tinggi dari 2018 yang sekitar 5,2%."

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, saat menjelang 2019, kondisi perekonomian global diperkirakan masih diliputi ketidakpastian. Beberapa risiko global ke depan yang cukup besar antara lain berlanjutnya perang dagang AS-Tiongkok, kenaikan suku bunga kebijakan di AS, dan pelemahan harga komoditas.

Namun, ia melihat sejalan dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang membaik, kinerja industri perbankan Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Hal itu ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit dan profitabilitas yang terus meningkat, serta kualitas aset yang stabil.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan, pada 2018 banyak pergerakan pasar dan informasi dengan ketidakpastian tinggi. "Namun, secara keseluruhan kami lihat dari global dan domestik, kelihatannya 2019 sedikit lebih baik daripada 2018." (Cah/Try/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More