United Tractors Rambah Bisnis Konstruksi

Penulis: Anastasia Arvirianty Pada: Senin, 09 Nov 2015, 00:00 WIB Ekonomi
 United Tractors Rambah Bisnis Konstruksi

MI/ATET DWI PRAMADIA

Melemahnya harga komoditas menjadikan bisnis batu bara dan alat berat PT United Tractors Tbk ikut melemah, sehingga perusahaan membuat keputusan untuk mengalihkan fokus kerja pada 2016 mendatang ke sektor konstruksi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT United Tractors Tbk Gidion Hasan kepada media saat melakukan paparan publik dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2015, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/11).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, perusahaan memproyeksikan sektor pertambangan dan kelapa sawit akan stagnan sehingga pertumbuhannya tidak menjanjikan, sehingga pihaknya mulai melakukan penetrasi ke sektor konstruksi dan infrastruktur dengan mengakuisi 40% saham PT Acset Indonusa Tbk pada 5 Januari 2015 lalu.

Hal itu merupakan langkah perusahaan untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi. Dengan industri konstruksi tersebut, perusahaan memproyeksikan Acset bisa kontribusi sekitar 2%-3% ke pendapatan perusahaan baik untuk tahun ini maupun di 2016 mendatang.

Memang, dia mengakui, kontribusi tersebut tetap belum cukup besar karena pendapatan saat ini masih didominasi oleh kontraktor tambang dan alat berat. "Namun, seharusnya pelebaran revenuenya baru terasa dalam dua sampai tiga tahun ke depan," ujar Gidion.

"Kami berharap bisa ada sinergi dengan Astra Internasional, karena mereka pegang proyek 10%-15% dan spending capexnya mencapai Rp12 triliun sampai Rp14 triliun, jadi kalau kami sinergikan tentunya bisa sangat membantu kinerja perusahaan," terangnya.

Untuk tahun depan, Direktur Keuangan PT United Tractors Tbk Iwan Hadiantoro menyampaikan, perusahaan akan menganggarkan belanja modal sebesar US$200 juta sampai US$250 juta.(Q-1)


Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More