Dubes Saudi Termakan Hoaks Reuni 212, Minta Maaf ke Warga NU

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Selasa, 11 Des 2018, 16:26 WIB Politik dan Hukum
Dubes Saudi Termakan Hoaks Reuni 212, Minta Maaf ke Warga NU

MI/PERMANA

PENDIRI Wahid Institute, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Yenny Wahid menilai Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhaa al Suaibi diduga menjadi korban informasi palsu tentang pembakaran bendera Hizbutahrir Indonesia (HTI) yang dianggap bendera tauhid sehingga mengeluarkan tweet yang mencengangkan bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

Setelah sadar, Osamah langsung menghapus dan meminta maaf dan akan menyelesaikannya secara langsung pekan depan setelah tiba di Indonesia. "Dugaan saya ada yang memberikan informasi sepotong-sepotong tadi. Beliau tidak mengerti bahwa yang dibakar itu bendera HTI," terang Yenny saat menghadiri diskusi yang digelar Women in Maritim Indonesia, di Jakarta, Selasa (11/12).

Menurut dia, Osamah sudah menyadari tindakannya salah sesaat setelah mempublikasikan cuitannya karena mendapatkan reaksi keras dari sejumlah lapisan masyarakat termasuk Kementerian Luar Negeri. Maka Osamah langsung menghapus cuitannya tidak lama setelah reaksi tersebut mengemuka.

Baca juga: PBNU Desak Dubes Saudi Dipulangkan

Kemudian, kata dia, Osamah mengetahui bahwa isi cuitannya berasal dari informasi yang tidak utuh bahkan mengarah pada penyesatan hubungan baik dengan organisasi masyarakat terbesar di dunia itu. Sehingga dia seara tulus meminta maaf kepada para pihak yang merasa tersudutkan oleh cuitan Osamah.

"Sesaat setelah mengetahui cuitan itu, saya inisiatif pribadi untuk langsung mengkonfirmasi beliau karena saya kenal dekat. Ini kenapa exellency kemudian menjawab lewat rekaman suara melalui WA (whatsapp). Saya bilang ok, boleh enggak disebar Dia bilang boleh sebagai permintaan maaf resmi," paparnya.

Menurut putri sulung Presiden ketiga itu, Osamah akan segera meminta maaf secara langsung dan menemui keluarga besar NU sekitar pekan depan setibanya di Indonesia. Itu termasuk menerangkan latar belakang sehingga muncul cuitan tersebut.

"Beliau merasa ada pihak yang mencoba mengeruhkan hubungan belaiu dengan khususnya NU. Apapaun, arab saudi kawan kita semua mungkin dalam hal ini dinilai melanggar banyak garis diplomasi karena sumber informasinya beliau agak keliru dan setelah semuanya clear belaiu menyatakan itu (maaf)," jelasnya.

Yenny menjelaskan NU sudah memberi maaf Osamah karena mendasarkan pada informasi sesat. Osamah mendasarkan cuitan itu pada informasi bahwa pembakaran bendera tauhid yang sebenarnya bendera Hizbuttahrir Indonesia.

"Beliau tidak mengerti bahwa yang dibakar itu bendera HTI. Beliau sudah meminta maaf dan belum datang ke Indonesia nanti ketika datang saya ketemui langsung. Beliau sudah menegaskan kecintaan beliau kepada rakyat Indonesia, organisasi masa Indonesia termasuk NU,"pungkasnya.

Berkikut isi lengkap klarifikasi Osamah kepada Yenny Wahid dan diterbitkan NU.online, Seseorang mencoba menghancurkan hubungan baik antara saya dan Nahdlatul Ulama, antara saya dengan rakyat Indonesia. Demi Allah saya cinta masyarakat Indonesia. Saya juga menghargai NU dan Muhammadiyah, dan semua organisasi Islam. Insyaallah saya akan kembali minggu depan untuk menyelesaikan semuanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyebut Osamah mencuitkan pernyataan dalam bahasa Arab dan menyebut Reuni Aksi 212 dilakukan sebagai reaksi atas pembakaran bendera Tauhid oleh organisasi yang sesat. Cuitan itu, kata Said, telah dihapus.

"Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu," demikian penggalan cuitan Osamah lewat akun @Os_alshuibi yang diterjemahkan Said Aqil di hadapan wartawan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More