Selasa 11 Desember 2018, 04:40 WIB

Tangisan Bayi menjadi Impian Besar Serbia

Tesa Oktiana Surbakti/I-2 | Internasional
Tangisan Bayi menjadi Impian Besar Serbia

AFP/OLIVER BUNIC

 

Di saat sebagian besar warga dunia mengharapkan kehadiran sang buah hati, masyarakat di Serbia justru berlomba-lomba membendung angka kelahiran.

Hal itu kini kian meresahkan pemerintah yang dihadapkan pada proyeksi penurunan jumlah penduduk sebesar 15% pada 2050.

“Jangan tunda kehamilan, segeralah melahirkan. Biarkan suara tangisan bayi terdengar!,” demikian bunyi slogan kampanye yang digencarkan kepada pasangan muda di Serbia.

Namun, perempuan Serbia tampak sinis menyikapi berbagai slogan kampanye tersebut. Masifnya gelombang imigrasi ditambah tingkat kelahiran yang rendah di benua Eropa, mengakibatkan penurunan jumlah penduduk Serbia di bawah 7 juta orang.

Melihat fenomena itu, pemerintah Serbia berupaya keras membalikkan tren. Berbagai usulan kebijakan digulirkan, termasuk rencana pembangunan rumah berbiaya murah di daerah dengan tingkat kelahiran rendah.

Presiden Serbia Aleksander Vucic juga tampil memberikan semangat untuk mendongkrak jumlah penduduk.

Dia mengatakan, usulan pembangunan rumah berbiaya murah itu didasarkan pada penelitian bahwa pasangan yang tinggal di rumah tapak atau bertingkat, cenderung memiliki banyak anak ketimbang yang menghuni apartemen.

Namun, pendapat tersebut menuai kritik dari pers lokal. Menurut mereka, dari hasil penelusuran, tidak ditemukan studi seperti yang disebutkan.

Usulan itu kemudian menjadi bahan tertawaan publik. Kendati begitu, Menteri yang bertanggung jawab atas demografi, Slavica Djukic Dejanovic, berkukuh mendukung gagasan yang menggarisbawahi peranan lingkungan terhadap tingkat kelahiran.

“Ini merupakan fakta, masyarakat yang hidup di tepian kota besar, dengan pekarangan yang luas, relatif menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka. Mereka terbiasa mendengar tawa dan tangisan anak-anak,” ujar Dejanovic kepada AFP.

Pada Februari, Dejanovic menginstruksikan kementerian untuk gencar mengampanyekan slogan prokelahiran.

Bahkan, pihaknya mengadakan kompetisi nasional dengan hadiah uang tunai bagi mereka yang mampu mengusulkan slogan terbaik.

‘Ibu, aku tidak ingin sendirian. Ayah, aku ingin saudara laki-laki’, serta ‘cinta dan bayi merupakan hal utama yang kita butuhkan’ adalah contoh slogan yang masuk dalam barisan pemenang.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan penghargaan untuk perusahaan yang mendukung kelahiran dari pasangan muda.

Sampai saat ini, pemerintah Serbia tidak pernah patah arang. Tahun lalu, regulasi terkait perawatan bersalin telah dikeluarkan.

Payung hukum itu menjadi landasan bagi program bantuan pemerintah kepada orangtua yang berencana memiliki anak ketiga dan keempat.

Mereka diberikan bantuan sebesar 30 ribu dinar atau setara US$280 per bulan selama 10 tahun.

“Mereka tidak perlu melakukan apa-apa, cukup melahirkan,” kata Presiden Vucic. Akan tetapi, regulasi itu malah menuai kritikan lantaran tidak mengakomodasi kalangan berstatus calon ibu.
Tidak kehabisan akal, pemerintah kemudian menggulirkan bantuan lengkap dengan cuti melahirkan 18 bulan untuk perempuan yang bekerja. (Tesa Oktiana Surbakti/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More