RI Siap Masuki Era Kendaraan Listrik

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Senin, 10 Des 2018, 22:45 WIB Ekonomi
RI Siap Masuki Era Kendaraan Listrik

MI/Susanto

PEMERINTAH kian serius mendorong penggunaan kendaraan listrik. Senin (, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan proyek contoh stasiun pengisian listrik umum (SPLU) berkonsep green energy station  pertama di Indonesia.  
SPLU tersebut bertempat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) 31.129.02 Kuningan, Jakarta Selatan, dengan daya utama menggunakan panel surya di atas SPBU.  

“Saya ucapkan selamat kepada Pertamina yang mulai berkembang ke arah modernisasi,” kata Jonan.  

Kehadiran SPLU menjadi salah satu faktor paling penting dalam menunjang keberlangsungan kendaraan listrik di Indonesia.

Pekan lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga meresmikan dua stasiun pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia. Kedua fasilitas pengisian daya kendaraan listrik tersebut ialah stasiun pengisian daya cepat (fast charging station) 50 kw di gedung BPPT Jakarta dan stasiun pengisian daya pintar (smart charging station) 20 kw di Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan.

Secara umum, proyek kendaraan listrik bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional. Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi masalah lingkungan berkat berkurangnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang digantikan dengan sumber energi lain.
Selain itu, hal itu demi meng-antisipasi menipisnya cadangan ­energi fosil dari tahun ke tahun akibat ketidakseimbangan antara tingkat konsumsi BBM dan jumlah produksinya.

Siapkan regulasi
Saat ini, pemerintah tengah memfinalisasikan regulasi khusus guna mempercepat program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi jalan melalui rancangan peraturan presiden. Rancangan regulasi itu mencakup pengaturan kendaraan bermotor listrik yang penggerak utamanya menggunakan motor listrik dan mendapat pasokan sumber tenaga listrik dari baterai atau media penyimpanan energi listrik lain secara langsung di dalam kendaraan ataupun dari luar. Adapun untuk kendaraan bermotor jenis hybrid mengikuti kebijakan low carbon emmission vehicle (LCEV).

Penyediaan infrastruktur SPLU ini, kata Jonan, nantinya dilaksanakan badan usaha di bidang energi yang memiliki izin usaha penyediaan tenaga listrik (IUPTL). Nantinya untuk pertama kali diberikan penugasan kepada PT PLN (persero) dan dapat bekerja sama dengan badan usaha milik negara bidang energi lainnya.  

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina siap menghadapi disruption business dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke arah kendaran listrik.

“Pertamina akan menghadirkan fasilitas pengisian listrik untuk kendaraan listrik dalam rangka mengembangan ekosistem bisnis kendaraan listrik ke depan,” ujarnya. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More