GIMA Babel Keluarkan Status Siaga Banjir untuk 3 Kabupaten

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Senin, 10 Des 2018, 15:00 WIB Nusantara
GIMA Babel Keluarkan Status Siaga Banjir untuk 3 Kabupaten

MI/Rendy Ferdiansyah

APLIKASI Geospasial Informasi Managemen Analisis (GIMA) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengeluarkan peringatan banjir dengan status siaga di tiga Kabupaten.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Mikron Antariksa, mengatakan aplikasi GIMA ini akan merangkum curah hujan berapa besar dan air laut pasang. Dari rangkuman tersebut, menurut Mikron, ada 12 titik dari tiga kabupaten di mendapatkan peringatan banjir dengan status siaga.

"Peringatan ancaman banjir terdeteksi 12 titik tersebar di tiga kabupaten," kata Mikron, Senin (10/12).

Mikron memaparkan, dari 12 titik tersebut, sebanyak 8 titik terletak di Bangka Barat, 2 titik di Bangka Selatan dan 2 titik lagi di Belitung Timur.

"Paling banyak ada di Bangka Barat 8 titik," ungkap dia.

 

Baca juga: Bagi-bagi Bunga di Hari Anti Korupsi Internasional

 

Ia meminta masyarakat tidak usah resah dan panik dengan status siaga yang di keluargakan GIMA dan belum tentu terjadi banjir.

"Status siaga ini, untuk memberikan informasi kepada masyarakat siaga, beda dengan waspada dan awas. Jadi masyarakat tidak usah panik," ucap Mikron.

Mikron menambahkan status siaga ini di keluarkan lantaran curah hujan yang begitu tinggi yang terjadi di tiga kabupaten tersebut.

Sementara, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Akli, mengatakan pihaknya terus melakukan antisipasi terhadap banjir di Pangkalpinang.

"Kita lakukan antisipasi banjir dengan melakukan normalisasi beberapa kolong dan sungai. Kita harapkan ini dapat mengurangi banjir di Pangkalpinang," kata pria yang akrab disapa Molen ini. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More