Minggu 09 Desember 2018, 15:00 WIB

Klaten Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Banjir

Djoko Sardjono | Nusantara
Klaten Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Banjir

MI/Djoko Sardjono

 

BUPATI Klaten, Sri Mulyani, memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di musim penghujan, penanaman pohon, dan gerakan nasional pemulihan daerah aliran sungai (DAS) di bantaran Sungai Kongklangan, Prambanan, Minggu (9/12).

Apel kesiapsiagaan menghadapi banjir di Klaten, diikuti jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Balai Pengelola DAS dan Hutan Lindung, TNI, Polri, dan komunitas peduli sungai dengan total peserta sekitar 1.500 orang.

Maksud dan tujuan digelar apel tersebut, adalah untuk antisipasi dampak bencana alam yang mungkin terjadi di musim penghujan ini. Selain itu, untuk membangun sinergi serta mengonsolidasikan satuan pelaksana penanggulangan bencana di Klaten.

"Kita menyadari, bahwa bencana alam tidak dapat dicegah. Tetapi yang penting, bagaimana upaya kita agar dapat meminimalkan risiko bencana," kata Bupati Sri Mulyani pada apel kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di musim penghujan tersebut.

 

Baca juga: Jalan Nasional Tangse-Meulaboh Putus Total

 

Satuan pelaksana penanggulangan bencana diharapkan dapat memberikan informasi terkait potensi ancaman bencana di musim penghujan kepada masyarakat, khususnya mereka yang bertempat tinggal di kawasan rawan bencana.

Dengan begitu, lanjut Sri Mulyani, masyarakat akan memahami apa yang harus dilakukan dalam upaya penyelamatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Di musim penghujan, bencana longsor dan angin puting beliung juga perlu diwaspadai.

"Karena itu, menghadapi musim penghujan ini, kami mengimbau kepada seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk meningkatkan siaga bencana. Hal itu penting guna pengurangan risiko bencana," ujar Bupati Klaten periode 2016-2021 tersebut.

Seusai gelar apel, Sri Mulyani didampingi Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi melakukan penanaman pohon di DAS Kongklangan. 

Untuk penyelamatan daerah aliran sungai itu ditanam pohon sengon dan buah-buahan sebanyak 6.000 batang. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More