Penerimaan Negara Bisa Picu Kenaikan Peringkat Indonesia

Penulis: Annisa Ayu Artanti Pada: Jumat, 07 Des 2018, 23:15 WIB Ekonomi
Penerimaan Negara Bisa Picu Kenaikan Peringkat Indonesia

Dok ui.ac.id

PROYEKSI penerimaan negara yang melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai bisa menjadi faktor pendorong kenaikan peringkat Indonesia. Dalam hal ini bagi lembaga pemeringkat S&P.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan, penerimaan negara yang melebihi APBN bisa menjadi pertimbangan lembaga pemeringkat untuk menaikkan peringkat Indonesia ke depannya. Penerimaan negara naik artinya fiskal Indonesia sehat.

"Barang kali ini akan menjadi faktor positif untuk naiknya peringkat Indonesia,yang berasal dari S&P misalnya. Kan S&P belum meng-update peringkat kita, masih BBB-," kata Lana kepada Medcom.id, Jumat (7/12).

Lana menjelaskan penerimaan negara yang diproyeksikan melebihi target APBN ini tidak akan berdampak langsung kepada ekonomi nasional. Perekonomian nasional bisa berubah jika lembaga pemeringkat menaikkan peringkat Indonesia.

"Tapi untuk perekonomian secara keseluruhan enggak ada. Kecuali tadi pemeringkat tadi di-update itu akan memberi dampak," ungkap Lana.

Begitu juga dengan pasar saham dan keuangan, pergerakan dua sektor tersebut masih didominasi oleh faktor-faktor eksternal. Sehingga penerimaan negara ini tidak terlalu berimbas kepada sektor tersebut.

"Kalau (berdampak) langsung sih enggak. Mungkin agak lama setelah ada sinyal S&P menaikkan, baru mereka masuk," ujar Lana. (Medcom/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More