Surya Saputra Senang Perankan Orang Jawa

Penulis: Abdillah Muhammad Marzuqi Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 00:45 WIB Hiburan
Surya Saputra Senang Perankan Orang Jawa

DOK C&R

AKTOR Surya Saputra, 43, telah malang melintang di industri hiburan Tanah Air. Ia mencatatkan namanya pada banyak produksi film, seperti Cerita Cinta, Arisan, dan Janji Joni.

Kemampuan aktingnya juga kerap diperlihatkan dalam banyak judul sinetron maupun film televisi (FTV). Begitu banyaknya karakter yang pernah ia perankan membuatnya lebih mudah menjiwai karakter baru lainnya.

Seperti saat berperan sebagai bapak di film Lagi-Lagi Ateng.

Terlebih lagi, ia sering bermain dalam FTV yang berlatar belakang budaya Jawa. Dalam film itu, Surya berperan sebagai bapak dari Ateng.

"Saya zaman dulu kebetulan sering ditawari dan main di Jogja dan Solo untuk FTV," ujar Surya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain kerap mendapat peran berlatar belakang budaya Jawa, mantan personel boyband Cool Colors itu mengakui sebetulnya ia sangat menyukai budaya Jawa. Menurutnya, banyak budaya Jawa yang sangat mencerminkan karakter Indonesia, seperti sopan santun, tata krama, dan tenggang rasa.

"Terlebih lagi saya orang yang sangat senang dengan budaya Jawa, unggah-ungguh, toto kromo, tepo seliro, itu Indonesia sekali," tutur suami personel kelompok vokal Be3, Cynthia Lamusu itu.

Meski demikian, Surya menilai nilai luhur budaya tersebut saat ini perlahan pupus. Oleh karena itu, ketika diminta untuk beradu akting dalam film Lagi-Lagi Ateng, peraih Pemeran Pembantu Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2004 tersebut merasa sangat senang sebab ia merasa akan banyak yang bisa ia tampilkan dalam karakter itu.

"Saat saya ditawari untuk (bermain dalam) budaya Jawa dan berperan sebagai orang Jawa, saya senang sekali. Karena menurut saya, banyak hal baik yang bisa saya tampilkan di sini," imbuhnya.

Merasa nyaman
Selain faktor jam terbang dan kerap kali ia bersentuhan dengan budaya Jawa, ada hal lain yang membuat Surya mudah melakoni perannya. Faktor penyutradaraan ialah salah satu hal yang membuatnya semakin merasa nyaman.

"Kesulitannya terbilang minim karena Monty Tiwa (penulis dan sutradara Lagi-Lagi Ateng) men-direct, mengarahkan semuanya, secara gamblang, secara jelas. Jadi, enggak ada daerah abu-abu. Jadi, enak banget di-direct sama Monty Tiwa, luar biasa," ujar ayah dari dua anak kembar itu.

Meski berperan sebagai bapak Ateng bernama Budiman, ia tidak menganggap peran yang dilakoninya itu menjadi karakter yang murni Jawa. Beberapa hal, termasuk dalam cara bicara, memang lekat dengan tutur ala Jawa. Namun, lanjutnya, tidak stereotip Jawa.
Ia mengatakan, Ateng yang diperankan Augie Fantinus digambarkan sebagai anak yang sangat manja.

Oleh karenanya, Surya tidak mematok karakter yang dimainkannya merupakan stereotip bapak Jawa sebab sang anak terlalu manja. "Sebab kebanyakan orang Jawa tidak seperti itu," tuturnya.

Kelahiran Jakarta pada 5 Juli 1975 tersebut menilai, orang Jawa bisa dikenali melalui karakter utama, yakni unggah-ungguh atau sopan santun. Ia memaknai itu sebagai sikap hormat anak kepada orangtua.

"Orang Jawa itu (memegang erat) unggah-ungguh. Itu hormat. Hormat anak kepada orangtua," ujarnya. (H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More