Jokowi Tantang Pelaku Startup

Penulis: Achmad Zulfikar Fazli Pada: Jumat, 07 Des 2018, 13:35 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Tantang Pelaku Startup

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo meminta pelaku usaha rintisan (startup) tak hanya mengembangkan usaha bersistem online. Tapi, mereka juga harus digabungkan dengan sistem offline atau usaha rumah tangga.

"Dua-duanya harus berkolaborasi, enggak bisa hanya urusan yang online, enggak bisa," kata Jokowi saat membuka Digital Startup Connect 2018 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).

Baca juga: Jokowi Minta ICMI Berperan Aktif

Dia mengaku sempat bertemu dengan pelaku usaha mikro dan usaha super mikro di kampung-kampung. Mereka berjualan aneka makanan ringan. Misalnya, menjual pisang goreng seperti usaha milik anaknya, Kaesang Pangarep. Ada pula masyarakat yang menjual makaroni. Sayangnya, mereka hanya menjual secara offline atau membangun di rumah dengan gerobak. Menurut Jokowi, secara produk, usaha rumah tangga sudah cukup baik. Hanya, brand yang dimiliki masih kurang menarik.

Karena itu, dia meminta pelaku startup membantu membangunkan brand untuk usaha rumah tangga. Pasalnya, pelaku startup memiliki kemampuan itu. Tapi, dia mengingatkan brand yang dibentuk harus simpel dan mudah diingat.

"Untuk menghidupkan ini harus orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneurship, yang memiliki pengetahuan bagaimana membangun brand, yang memiliki pengetahuan bagaimana mengemas sebuah produk. Sehingga ada value di situ, ada nilai yang lebih di situ," kata dia.

Jokowi menjelaskan saat ini ada 62 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di kampung-kampung. Dia yakin UMKM bisa jauh melesat jika pengemasan dan brand yang dimiliki menarik.

"Ini pekerjaan saudara-saudara, kalau ini gabungkan dengan yang online, jadi ekosistem online harus nyambung dengan ekosistem offline. Jadi, saudara-saudara akan mendapatkan pahala besar. Karena selain untungnya besar, juga meningkatkan taraf hidup usaha rumah tangga. Syukur-syukur bisa masuk ke global market place. Yang kita harapkan di sana," kata Jokowi. (Medcom/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More