Milly dan Mamet Hadir karena Penggemar

Penulis: Antara Pada: Jumat, 07 Des 2018, 15:15 WIB Hiburan
Milly dan Mamet Hadir karena Penggemar

ANTARA/Dhemas Reviyanto

DENNIS Adhiswara tidak pernah menyangka karakter Mamet dari film remaja Ada Apa Dengan Cinta? dihidupkan lagi belasan tahun kemudian pada sekuel, bahkan kini mendapat porsi lebih banyak di film lepasan Milly dan Mamet.

"Saya pada saat menyelesaikan AADC? dan sekian tahun sesudahnya enggak nyangka ada AADC2. Pas kelar AADC2 rilis, enggak pernah kebayang bakal ada Milly dan Mamet," kata Dennis, Selasa (4/12).

Justru yang dia pikir mungkin terjadi adalah film ketiga dari Ada Apa Dengan Cinta?.

Reaksi penggemar atas dua karakter kocak dari film remaja legendaris itu yang mencetuskan dibuatnya film khusus untuk Milly dan Mamet.

Baca juga: Film Milly & Mamet Masukan Unsur Komedi

Dennis mengisahkan, dia dan Sissy Prescillia, pemeran Milly, pernah membuat vlog seakan Mamet dan Milly sedang berjalan-jalan di Jepang.

Vlog iseng-iseng itu mereka buat saat menghadiri pemutaran sekuel AADC? di Festival Film Fukuoka, Jepang.

Cuplikan kebersamaan Milly dan Mamet yang mereka bagikan di media sosial mendapat reaksi positif dari para penggemar film AADC?.

"Yang mengejutkan, banyak fans AADC2 masih semangat melihat apa yang kami lakukan, mereka bilang 'Wah kalian jalan-jalan kemana? Wah bulan madu ya?' Mereka melihat kami berdua masih sebagai Milly dan Mamet, bukan Sissy dan Dennis," ungkap Dennis

Antusiasme itu ditanggapi positif oleh produser Mira Lesmana yang mengusulkan untuk membuat film lepasan Milly dan Mamet.

Bagaimana dengan vlog yang membuat penggemar menginginkan lebih banyak konten Milly dan Mamet?

"Vlognya sampai sekarang belum selesai diedit, malah filmnya yang duluan," kata Dennis seraya tertawa. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More