Sektor Wisata dan Budaya Jadi Fokus Sawahlunto

Penulis: (Des/H-2) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 04:15 WIB Humaniora
Sektor Wisata dan Budaya Jadi Fokus Sawahlunto

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

SAWAHLUNTO, Sumatra Barat, memang memiliki sejarah kelam dengan kisah orang rantai, yakni para pekerja tambang batu bara yang mengalami tangan dan kaki diikat rantai pada masa penjajahan kolonial Belanda.

Namun, kini Sawahlunto tengah gencar mengembangkan diri menjadi destinasi warisan budaya dengan visi menjadi kota tambang yang berbudaya pada 2020. Sawahlunto juga berupaya mendapat status warisan dunia (world heritage) dari UNESCO.

“Kita saat ini sedang gencar membangun Sawahlunt­o menuju kota wisata tambang yang berbudaya. Maka dari itu, kami melakukan berbagai macam hal seperti mere­vitalisasi bekas tambang, membuat museum kereta api, merevitalisasi gudang ransum yang dulunya
menjadi gudang untuk membuat makanan yang akan diberikan kepada orang rantai,” ujar Zohirin Sayuti, Wakil Wali Kota Sawahlunto, pada pembukaan seminar dan pameran Sawahlunto yang diadakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, Rabu (512)

Ia menjelaskan, saat ini Sawahlunto memiliki total 119 cagar budaya yang 74 di antaranya merupakan ba­ngunan cagar budaya. Selain itu, Sawahlunto memiliki 53 sanggar kesenian yang tidak hanya melalangbuana di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Sawahlunto juga sering menggelar acara berbasis budaya, salah satunya Sawahlunto Internasional Songket Carnival (Sisca).

Seminar dan pameran yang  digelar 3-7 Desember 2018 itu menjelaskan bagaimana Sawahlunto yang dulunya identik dengan sebuah tambang batu bara mencoba bangkit dengan mengangkat segala potensi yang ada. Seperti membangun museum serta membangkitkan kesenian dan budaya.

Salah satu hal yang diangkat ialah Mak Itam. Kereta api itu berasal dari era masa lampau yang digunakan untuk mengangkut batu bara dari tambang menuju Pelabuhan Emmahaven yang sekarang dikenal dengan Pelabuhan Teluk Bayur. (Des/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More