Rabu 05 Desember 2018, 19:00 WIB

BKKBN: Program KB Bukan Membatasi Pasutri Hanya Boleh Punya Dua Anak

Arnoldus Dhae | Nusantara
BKKBN: Program KB Bukan Membatasi Pasutri Hanya Boleh Punya Dua Anak

ANTARA

 

PENOLAKAN Gubernur Bali I Wayan Koster terhadap program KB yang membatasasi kelahiran anak di Bali terus digencarkan. Sebelumnya, Koster mengatakan, Bali tidak boleh hanya cukup dua anak, karena akan menghilangkan nama Nyoman dan Ketut. Koster khawatir kehilangan dua nama tersebut, jika program kb berhasil di pulau seribu pura ini.

Direktur Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Sugiono mengetahui penolakan Gubernur Koster. Ia meminta program KB jangan diidentikkan sebagai alat kontrasepsi yang memaksa pasangan suami istri (pasutri) membatasi jumlah anak. Program KB, kata Sugiono, telah direvitalisasi dengan tagline 'kalau terencana semua akan lebih mudah'.

Terkait penolakan program KB di Bali, Sugiono berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang benar tentang program KB.

"Prinsip dari program ini adalah keluarga yang terencana. Mulai dari perencanaan pernikahan hingga kelahiran dan jumlah anak. Kalau terencana, semuanya akan lebih mudah," ujarnya pada Pertemuan Advokasi dan KIE bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kampung KB di Prime Plaza Hotel Sanur Denpasar, Rabu (5/12).

Baca Juga: Gubernur Bali Sebut Program KB Bikin Punah Nyoman dan Ketut

Hal senada diutarakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana, tujuan program KB yakni meningkatkan kualitas keluarga.

"Jadi tak ada paksaan atau dibatasi hanya dua anak. Jumlah anak ideal dalam keluarga disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan, kesehatan reproduksi dan dukungan ekonomi," imbuh Catur.

Untuk itu, dia sangat mengharapkan peran tokoh agama, tokoh adat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program kependudukan dan pembangunan keluarga.

Terlebih, saat ini, Bali telah memiliki 121 kampung KB yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Keberadaan kampung KB, lanjut Catur Sentana, tak berkaitan dengan promosi dua anak cukup, namun sebagai keterpaduan program kependudukan dalam satu wilayah.

Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana yang juga hadir sebagai pembicara banyak memberi pemahaman tentang bagaimana cara membangun keluarga berkualitas dengan anak-anak yang suputra.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati yang turut hadir pada kegiatan tersebut memandu kuis berhadiah. Peserta yang bisa menjawab pertanyaan, berhak memperoleh suvenir dari panitia. Di sela-sela kuis, Putri Hariyani ikut memberi pemahaman soal keluarga berencana itu tentang perencanaan waktu nikah, punya anak dan jumlah anaknya, secara matang.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More