Rabu 05 Desember 2018, 07:30 WIB

Modernisasi Alutsista Tekan Kejahatan Perairan

(Pro/Ant/P-1) | Politik dan Hukum
Modernisasi Alutsista Tekan Kejahatan Perairan

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

 

ANGGOTA Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) untuk menjaga keamanan perairan dan udara Indonesia.

Modernisasi alutsista pun harus mampu dibuktikan Korps Polairud dengan semakin minimnya kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, tetapi juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi.

Banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia.

“Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia.

Saya berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter membuat pengawasan di perairan semakin maksimal sehingga penyelundupan baik ke dalam maupun keluar negara kita dapat terus ditekan,” pesan Sahroni.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara stakeholders di perairan dan Bakamla, TNI-AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain perlu mendapat perhatian serius ialah penyelundupan narkoba, senjata, hingga pengiriman TKI ilegal.

Di sela-sela sukuran peringatan HUT ke-68 Polairud 2018, Senin (3/12), Tito secara simbolis meresmikan alutista baru berupa 1 unit kapal patroli lepas pantai, 5 unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, 1 pesawat CN, dan 1 helikopter Bell.
Total alutsista baru yang kini dimiliki Polairud sebanyak 23. Terdiri dari kapal, pesawat, serta helikopter.

“Korps Polairud bisa survive selama 68 tahun. Tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di cross border membantu memberantas illegal fishing, smuggling, penyelundupan, human trafficking, serta kejahatan umum konvensional seperti perompakan,” ujar Kapolri. (Pro/Ant/P-1)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Klaim Proses Penyusunan UU Cipta Kerja Sudah Transparan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 23:30 WIB
"Dari naskah akademik itulah disusun pasal demi pasal, sehingga setiap pasalnya sudah disusun berdasarkan kajian,"...
Antara

Istana: Pemerintah Seimbangkan Demokrasi dan Stabilitas

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:37 WIB
Moeldoko mengatakan tidak mudah bagi pemerintah menempatkan keseimbangan yang dinamis antara demokrasi dan...
Ilustrasi

Paslon di Pilkada 2020 Diminta Maksimalkan Debat Publlik

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:04 WIB
Titi menuturkan, pandemi membuat masyarakat cenderung kekurangan informasi terhadap program, visi, misi dari para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya