Paviliun Indonesia Resmi Dibuka pada Konferensi Perubahan Iklim di Polandia

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 05 Des 2018, 08:00 WIB Media LHK
Paviliun Indonesia Resmi Dibuka pada Konferensi Perubahan Iklim di Polandia

Dok KLHK

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan semua pihak harus berperan melakukan pengurangan emisi di Indonesia guna mengatasi perubahan iklim.

"Pertukaran informasi dan pengetahuan adalah salah satu cara terbaik dan itulah yang akan dilakukan di Pavilion Indonesia," ujar Siti pada pertemuan para pihak ke-24 mengenai perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) yang berlangsung di Katowice, Polandia, Senin (3/12).

Pada kesempatan itu, pihaknya sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mengekang dampak perubahan iklim melalui kebijakan, aturan, dan implementasi. "Pertukaran informasi dan pengetahuan adalah salah satu cara terbaik, dan itulah yang akan dilakukan di Paviliun Indonesia", kata Siti.

Paviliun Indonesia bertujuan untuk menunjukkan pada dunia tentang aksi adaptasi dan mitigasi Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim, melalui 53 topik sesi diskusi dengan peserta mancanegara.Paviliun Indonesia sebagai bagian dari "soft diplomacy" yang telah menjadi bagian dari kebijakan negosiasi perubahan iklim Indonesia.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK yang juga selaku Penanggungjawab Paviliun Indonesia, Agus Justianto, menyampaikan bahwa persiapan Paviliun Indonesia dimulai sejak 10 bulan lalu dengan kerja sama berbagai pihak. Pihaknya mengajak seluruh delegasi COP untuk berkunjung ke Paviliun Indonesia.

Duta Besar Indonesia di Polandia, Peter F Gontha, dalam sambutannya menyatakan bahwa lingkungan harus dijaga dengan cara ekonomi terbarukan.  Dalam hal pembangunan di Indonesia, keberlanjutan adalah kunci dalam implementasi menjaga lingkungan.

"Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan. Kerja raksasa laksana tugas Herkules inilah tugas Indonesia ke depan", ucap Peter.

Lebih jauh disampaikan, bahwa permasalahan lingkungan tidak bisa hanya menyalahkan pengembangan kelapa sawit. Semuanya harus dilakukan secara integral untuk keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Saat ini, Indonesia sudah siap untuk melakukan perubahan dalam paradigma pembangunan berkelanjutan melalui teknologi, terutama melalui implementasi energi terbarukan. Transisi ke arah energi terbarukan juga bukan hal yang mudah, tapi bisa dilakukan secara bertahap.

Disinggung juga bahwa saat ini Indonesia sedang menyelesaikan permasalahan polusi plastik. Plastik inilah yang kemudian harus dikurangi dan bahkan sebaiknya tidak dipakai lagi.

Pembukaan Paviliun Indonesia ditutup dengan penampilan budaya dan tari Bali yang merupakan salah satu khasanah budaya Indonesia.(RO/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More