Ini Manfaat Bank Sampah untuk Perekonomian Masyarakat

Penulis: Micom Pada: Selasa, 04 Des 2018, 08:15 WIB Media LHK
Ini Manfaat Bank Sampah untuk Perekonomian Masyarakat

Dok KLHK

SAMPAH kini merupakan isu nasional bangsa Indonesia, terutama kota-kota besar. Jumlah timbulan sampah makin bertambah seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk, kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup yang menginginkan kepraktisan. Akibatnya, makin beragam jenis sampah yang dihasilkan.

Solusi untuk mengatasi sampah antara lain melalui Bank Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle). Tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan sampah nasional sebesar 1,7% (1.389.522 ton/tahun), Bank Sampah ternyata juga bermanfaat secara ekonomi dengan menghasilkan pendapatan rata-rata Rp1.484.669.825 per tahun.

“Bank Sampah meningkat dari 1.172 unit di 2015 menjadi 5.244 unit di 2017. Semuanya tersebar di 34 provinsi dan 219 kabupaten/kota di Indonesia. Keberadaan Bank Sampah terbukti memberi dampak positif ke lingkungan, sosial maupun ekonomi, yaitu kontribusi terhadap pengurangan sampah nasional sekaligus peluang pekerjaan serta memberikan penghasilan tambahan. Bahkan, Bank Sampah Induk di Jakarta Barat memiliki omset per tahun Rp4,5 miliar,” ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 di KLHK, Rosa Vivien Ratnawati saat membuka acara Rakornas Bank Sampah ke-5 bertema “Revolusi Mental Pengelolaan Sampah Melalui Pelibatan Masyarakat Berbasis Sampah” di Jakarta, Senin (3/12).

Menurut Vivien, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah menyebabkan sampah belum dapat dikelola secara optimal di sumbernya. Bahkan, banyak sampah yang tercecer ke lingkungan dan berakhir di laut.

“80% sampah di laut berasal dari daratan, sisanya 20% dari kegiatan di laut,” ucap Vivien.

Estimasi timbulan sampah per kapita Indonesia adalah 0,7 kg/hari atau setara dengan 65 juta ton sampah dalam satu tahun. Komposisi sampah nasional didominasi oleh sampah organik sebesar 57%, sampah plastik 16%, sampah kertas 10%, dan sisanya 17% adalah sampah lainnya. Terkait sampah plastik, ada peningkatan timbulan sampah plastik dari 2013 sebesar 14% menjadi 16% pada 2016. Ada 5 jenis sampah plastik yang mendominasi di lingkungan yaitu kantong plastik sekali pakai, PET botol, sedotan, styrofoam dan sachet. Sementara itu, sumber utama sampah nasional yaitu 36% berasal dari kegiatan rumah tangga.

Banyak program inisiatif yang dilakukan oleh Bank Sampah untuk mengajak masyarakat mau memilah dan membawanya ke Bank Sampah. Tujuannya adalah mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah serta menghasilkan keuntungan ekonomi sirkular. Misalnya program membayar sekolah dengan sampah di Cimahi, membayar listrik dengan sampah dan membeli sembako dengan sampah di Makassar, sampai dengan pembayaran biaya kesehatan dengan sampah di Malang. Baru-baru ini, Pegadaian juga menginisiasi pembentukan 59 Bank Sampah di Indonesia dengan mengajak masyarakat menabung sampah untuk mendapatkan emas.

“Bank Sampah harus dapat menjadi modal sosial permanen dalam pranata sosial masyarakat Indonesia. Minimal satu desa/kelurahan memiliki satu Bank Sampah, serta minimal satu kabupaten/kota memiliki Bank Sampah Induk yang berfungsi sebagai off taker (Bulog Persampahan),” ujar Vivien.

Rakornas Bank Sampah ini merupakan kegiatan Rutin KLHK setiap tahunnya sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi nasional para pelaku Bank Sampah di Indonesia. Rakornas bertujuan untuk mendorong tumbuhnya peran serta masyarakat dalam mengelola sampah dengan cara memilah dan mengolah sampah di sumbernya. Selain itu, Rakornas juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bank Sampah dalam hal pengelolaan sampah organik maupun anorganik serta memperluas jejaring kerjasama Bank Sampah dengan dunia usaha. (X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More