Senin 26 November 2018, 18:07 WIB

Indonesia Tidak Masuk 15 Besar GDP Dunia, TKN: Tidak Usah Khawatir

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Indonesia Tidak Masuk 15 Besar GDP Dunia, TKN: Tidak Usah Khawatir

MI/M. Irfan

 

ANALISIS grup ekonom internasional bernama The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis data mengenai pertumbuhan ekonomi dengan 15 negara tercepat di dunia untuk tahun 2019. Dalam analisisnya, pertumbuhan ekonomi Asia mendominasi 10 dari 15 negara teratas, kemudian disusul dengan 4 negara Afrika. Direktur Editorial EIU Robert Alan Ward menyebutkan dalam media sosialnya bahwa Indonesia tidak cukup cepat pertumbuhan ekonominya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, angkat bicara. "Perang dagang antara Amerika-Tiongkok memang berpengaruh besar pada negara dunia ketiga. Nah, ini juga harus ditingkatkan oleh pemerintah terkait impor kita. Bagaimana cara menurunkan impor, dan menaikan ekspor. Sudah ada dalam program kita, tidak usah khawatirlah," ujar Irma saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (26/11).

Baca juga: TKN Jokowi Amin Ajak Tokoh Lintas Agama Ciptakan Pilpres Damai

Menurutnya memang kedepan pasangan calon presiden Nomor urut 01 tersebut akan menggenjot pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Ya pasti lah, kita akan meningkatkan (GDP). Enggak mungkin kita berdiam diri dengan situasi ekonomi global hari ini. Tapi kita garis bawahi contohnya begini, kemaren saya baru pulang dari Jepang, di Jepang GDPnya dibawah 2%. Tapi mereka santai santai aja kok, percaya diri mereka. Kita yang diatas 5 (GDP) malah ribut, tidak perlu ribut," terang Irma.

Ia juga menuturkan untuk tidak khawatir soal hutang luar negeri Indonesia yang mencapai 3000 triliun lebih. "Hutang luar negeri bisa di pertanggungjawaban kok. Viabilitas kita masih bagus. Dari zaman orde baru sampai dengan hari ini pembayaran bunga hutang itu tinggi. Ukuran ekonomi kita 13.500 lebih,  jadi menurut saya itu harus diketahui publik juga, sehingga publik gak usah ketakutan," ungkap Irma.

Ia menambahkan, publik saat ini masih diberikan informasi-informasi yang negatif sehingga membuat resah "Kan sebenarnya enggak boleh gitu. Kita masih bisa bayar hutang, kenapa harus ribut. Presiden masih di Indonesia, engggak lari kemana mana, bisa di pertanggungjawabkan hutangnya itu."tandas Irma. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More