Senin 12 Oktober 2015, 00:00 WIB

Koperasi dan UKM Tahan Banting Hadapi Krisis

Sidik P | Ekonomi
Koperasi dan UKM Tahan Banting Hadapi Krisis

Antara

 
KEMENTERIAN Negara Koperasi dan UKM menyatakan sejumlah pihak yang selama ini mengabaikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebaliknya justru kini bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional dan tenaga kerja.

Deputi Menteri Bidang Produksi Kementerian KUKM I Wayan Dipta mengatakan koperasi masih menjadi wahana yang efektif untuk mengorganisasikan dan memperkuat posisi anggota yang sebagian besar adalah usaha mikro dan kecil.
Berdasarkan hasil survei tahun 1998 terhadap 225.000 UMKM saat krisis moneter, sebanyak 4% UMKM tidak menghentikan usaha, 64% tidak berubah omzetnya, 31% omzetnya menurun, dan 1% berkembang.

Lalu, hasil survei TA ADB 2001 terhadap 500 UKM di Medan dan Semarang, sebanyak 78% di antaranya tidak ada dampak pada krisis. ''Artinya, UMKM dan koperasi tidak masalah dengan kondisi ekonomi secara signifikan. Pasalnya, UMKM dan koperasi resistansi relatif sangat besar, hanya lemah di pendampingan untuk promosi yang terbatas,'' katanya dalam seminar nasional bertajuk Eksistensi Media dan Perusahaan Dalam Menghadapi Krisis Global yang diselenggarakan
Program Pasca Sarjana Magister Managemen Universitas Budi Luhur (UBL), di kampus UBL, Jakarta, Sabtu (10/10).

Oleh karena itu, kata dia, ke depannya pemerintah akan menjadikan sektor UMKM dan koperasi sebagai ujung tombak penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan.

Upaya lain yang dilakukan, yakni PMK Nomor 134 Tahun 2015 tentang Penguatan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan tambahan modal Rp2 triliun untuk mendorong ekspor.

Kemudian, penurunan suku bunga KUR dari 22% menjadi 12% dengan target tahun ini sebesar Rp30 triliun. Selanjutnya, deregulasi 28 peraturan koperasi dan UMKM yang nantinya menjadi 17 peraturan serta menumbuhkan kecintaan kepada penggunaan produk dalam negeri.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Kementerian UMKM juga akan bekerja sama dengan Kemenristek Dikti dalam pembuatan alat. Begitu pula, dengan perguruan tinggi untuk membantu dalam hal promosi.

"Bagusnya perkembangan UMKM di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, karena ada peran serta perguruan tinggi. Maka dari itu, kemampuan teknik dalam membantu promisi sangat membantu sebab kelemahan UMKM sekarang adalah hal promosi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro mengatakan pihaknya siap membantu pengembangan UMKM dan Koperasi karena kaitannya menjaga stabilitas ekonomi.

Maka dari itu, pihaknya mengumpulkan para mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seminar nasional untuk bisa ikut serta dalam mengembangkan koperasi ke depannya. (Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More