Gedung Putih Kembalikan Izin Liputan Wartawan CNN

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Selasa, 20 Nov 2018, 06:45 WIB Internasional
Gedung Putih Kembalikan Izin Liputan Wartawan CNN

AFP/MANDEL NGAN

GEDUNG Putih, Senin (19/11), mengembalikan izin liputan wartawan CNN Jim Acosta dengan peringatan wartawan itu akan kembali dilarang meliput kegiatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika tidak mematuhi aturan baru yang diberlakukan untuk peliputan orang nomor satu 'Negeri Paman Sam' itu.

Seiring keputusan Gedung Putih itu, CNN memutuskan mencabut gugatannya terhadap Gedung Putih yang dianggap melanggar kebebasan pers.

"Hari ini, @WhiteHouse memulihkan penuh izin liputan @Acosta," ungkap CNN lewat Twitter. "Karenanya, gugatan kami tidak diperlukan lagi. Kami siap melanjutkan liputan kami di Gedung Putih."

Seiring memulihkan izin liputan Acosta, Gedung Putih merilis aturan baru yang meminta wartawan hanya mengajukan satu pertanyaan saat konferensi pers. Pertanyaan lanjutan hanya akan diterima atas kebijakan presiden atau pejabat Gedung Putih.

Baca juga: Media AS Dukung Gugatan CNN terhadap Gedung Putih

"Kami membuat aturan ini dengan sangat menyesal," ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah keterangan resmi.

"Kami sebenarnya ingin melanjutkan konferensi pers dengan norma profesional yang ada. Namun, melihat sikap yang diambil CNN, kami merasa berkewajiban untuk mengganti norma itu dengan aturan yang jelas," imbuhnya.

Acosta sudah kembali ke Gedung Putih pada Jumat (16/11) setelah pengadilan memutuskan bahwa pencabutan izin liputannya oleh Gedung Putih setelah wartawan itu berselisih dengan Trump merupakan pelanggaran kebebasan pers.

Gugatan CNN terhadap Gedung Putih didukung oleh organisasi media besar AS termasuk media kesayangan Trump, Fox News. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More