Lion Air Rute Solo-Jakarta Gagal Terbang karena Kerusakan Indikator

Penulis: Antara Pada: Jumat, 16 Nov 2018, 19:15 WIB Nusantara
Lion Air Rute Solo-Jakarta Gagal Terbang karena Kerusakan Indikator

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

MASKAPAI penerbangan Lion Air rute Solo-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pada Jumat (16/11) pukul 07.50 WIB gagal terbang karena kerusakan indikator.

"Lion Air ini dengan nomor penerbangan JT561, gagal 'take off' karena kerusakan mekanik, tepatnya kerusakan indikator," kata Pejabat Humas Bandara Internasional Adi Soemarmo, Danar Dewi, di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengatakan dengan ditundanya penerbangan tersebut maka para penumpang terpaksa turun kembali dari pesawat.

"Namun semua penumpang sudah dialihkan ke penerbangan selanjutnya dengan operator yang sama. Total jumlah penumpang 102 orang, 100 di antaranya penumpang dewasa dan 2 penumpang anak-anak," katanya.

Ia mengatakan para penumpang diberangkatkan dengan penerbangan selanjutnya, yaitu Lion Air dengan nomor penerbangan JT537.  Meski demikian, lanjut dia, dari total penumpang tersebut hanya 94 orang yang melanjutkan penerbangan. Pesawat tepatnya berangkat dari Bandara Adi Soemarmo pada pukul 10.55 WIB.

"Untuk delapan penumpang lainnya membatalkan penerbangan," katanya.

Sementara itu, Station Manajer Lion Air Bandara Adi Soemarmo, Aditya Yuda, membenarkan gagal terbangnya Lion Air JT561.
 
"Pesawat JT561 ini memang sempat mengalami 'delay' dan harus RTA (return to appron). Hal ini dikarenakan persoalan teknis yang terjadi pada pesawat. Saat ini pesawat sedang menjalani perbaikan," katanya.

Ia mengakui ada delapan penumpang yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan. Meski demikian, penumpang lainnya tetap berangkat dengan nomor penerbangan yang berbeda. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More