Sabtu 10 November 2018, 11:43 WIB

Risma: Pagelaran Surabaya Membara Tanpa Koordinasi

Antara | Humaniora
Risma: Pagelaran Surabaya Membara Tanpa Koordinasi

MI/Susanto
WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini

 

WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini mengecek satu persatu perangkat pemerintah, mulai dari camat, asisten, hingga sekretaris daerah, terkait izin pagelaran drama kolosal berjudul Surabaya Membara di viaduk jalan Pahlawan.

"Kami tidak tahu. Saya sudah cek mulai camat, asisten, sekda tidak ada yang tahu. Saya juga tidak tau, saya tau setelah kejadian," kata Tri Rismaharini usai upacara Hari Pahlawan di Taman Surya, Surabaya, Sabtu (10/11).

Ia menyesalkan karena kegiatan tersebut tanpa surat pemberitahuan atau izin, hingga terjadi insiden pada gelaran tersebut yang menewaskan tiga orang dna belasan orang luka-luka.

"Kami jangan ditanya itu kenapa tidak ada izin karena kami tidak tahu sama sekali. Tolong tanyakan ke panitia," tuturnya.

Hanya saja, lanjut Risma, yang penting saat ini korban luka-luka sudah ditangani sebaik mungkin oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, Linmas Surabaya ikut mengerahkan 10 ambulance untuk mengantarkan korban ke tiga rumah sakit di Surabaya.

"Ada korban yang lukanya parah sehingga kami cepat tangani. Kami juga menghubungi pihak keluarga korban. Bahkan kami umumkan ke media dua korban meninggal yang belum diketahui identitasnya," ujarnya.

Baca Juga:

DPRD Minta Tidak Saling Menyalahkan Terkait Insiden Surabaya Membara

 

Saat ditanya apakah kegiatan tahun-tahun sebelumnya juga tidak berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya, Risma menegaskan pihaknya tidak berbicara tahun lalu, melainkan tahun ini.

 

"Yang mengeluarkan izin itu bukan pemkot saja, itu ada izin keramaian dari kepolisian dan lainnya," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan acara Surabaya Membara bukan kegiatan dari Pemkot Surabaya.

"Tidak ada permintaan pengamanan dan kesehatan dari Pemkot Surabaya. Dari kami tidak ikut terlibat," kata Eddy.

Meski demikian, lanjut dia, Pemkot Surabaya ikut membantu evakuasi para korban yang terluka untuk dibawa ke rumah sakit dan melakukan pendataan para korban meninggal dan terluka agar bisa dihubungkan dengan pihak keluarga.

Menurut dia, kejadian tersebut berawal dari penonton yang melihat Surabaya Membara dari atas viaduk yang berdekatan dengan rel kereta api. Namun, pada saat kereta api melewati viaduk, belasan terjatuh dari atas viaduk.

Data sementara yang dihimpun atas kejadian tersebut yakni tiga orang meninggal, 12 orang dirawat ke RSUD Soewandhie, empat dirawat di RSUD Soetomo dan tiga orang dirawat ke RS PHC.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More