Presiden Inginkan Rest Area Jual Produk Daerah

Penulis: Supardji Rasban Pada: Jumat, 09 Nov 2018, 21:35 WIB Nusantara
Presiden Inginkan Rest Area Jual Produk Daerah

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, wali kota, dan bupati pada setiap rest area di sepanjang jalur tol menjual produk-produk daerah sebagai upaya membantu titik pertumbuhan ekonomi.

"Kami sudah perintahkan pada Menteri PURR, wali kota, dan bupati agar setelah ini selesai (pembangunan tol) ada rest area yang menjual produk-produk daerah atau makanan daerah. Tadi sudah ada usul dari wali kota dan bupati seperti menjual telor asin, tahu, sate Tegal, dan bawang merah dipajang di situ," kata Presiden Jokowi usai meresmikan jalan Tol Pemalang-Batang di Tegal, Jumat (9/11).

Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

"Bahwa yang ada di rest area itu tidak seperti yang dulu-dulu justru (dijual) produk-produk impor namun (kini) harus (dijual) brand lokal," katanya.

Kendati demikian, menurut Presiden, kadang-kadang (di rest area) memang diperlukan (produk impor) agar bisa menarik (pembeli) namun yang penting harus didominasi brand lokalnya atau daerahnya.

Terkait apakah pedagang yang menempati rest area di tol akan digratiskan atau tidak, Presiden Jokowi mengatakan masalah itu, nantinya akan dibicarakan oleh menteri dengan wali kota dan bupati.

"Siapa yang masuk (ke rest area), semuanya akan diseleksi," katanya.

Presiden mengatakan proyek pembangunan tol yang sudah selesai akan langsung diresmikan seperti Batang-Pemalang, Salatiga-Kartasura sebagai upaya persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2019.

"Kini terus November, Desember setiap minggu meresmikan jalan tol," katanya. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More