Rabu 07 November 2018, 18:18 WIB

Dua Peneliti KLHK Dikukuhkan Jadi Profesor Riset

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Dua Peneliti KLHK Dikukuhkan Jadi Profesor Riset

ANTARA FOTO/Virna P Setyorini

 

DUA peneliti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dikukuhkan sebagai profesor riset. Keduanya ialah peneliti di lingkungan Badan Litbang dan Inovasi KLHK yakni Prof Acep Akbar dan Prof Djarwanto. Dengan pengukuhan tersebut, KLHK kini memiliki 13 profesor riset.

"Dengan adanya pengukuhan ini kita harapkan bisa meningkatkan penelitian lingkungan hidup dan kehutanan untuk perumusan kebijakan yang lebih baik," kata Menteri LHK Siti Nurbaya seusai upacara pengukuhan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (7/11).

Acep dikukuhkan sebagai profesor riset bidang kebakaran hutan, sedangkan Djarwanto sebagai profesor riset di bidang biodeteriorasi dan pengawetan lignoselulosa. Prosesi tersebut dipimpin Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset Bambang Subiyanto dan juga dihadiri Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) LT Handoko.

Menteri Siti menegaskan penelitian dan pengembangan mempunyai peranan penting mendorong kebijakan berbasis ilmiah. Termasuk pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

"Terobosan riset bidang lingkungan dan kehutanan mutlak diperlukan melalui penelitian yang efektif dan tepat guna. Pemerintah konsisten menganut prinsip pembangunan keberlanjutan dan pelibatan masyarakat sebagai wujud Indonesia sentris, pembangunan tanpa merusak lingkungan hidup," ujarnya.

Baca Juga:

Pengukuhan Gelar Profesor Asvi Warman Adam: Soekarno Korban G30S 1965

 

Seiring pesatnya perkembangan iptek saat ini, kementerian juga dituntut beradaptasi dan mengambil peran penting dalam kemajuan iptek.

 

"Peneliti harus kembangkan kepakarannya dan harus visioner. Peneliti kita punya peran besar untuk memberikan advice kepada menteri. Peneliti harus mampu jadi problem solver," tuturnya.

Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset, Bambang Subiyanto, yang juga Wakil Kepala LIPI, mengatakan dengan pengukuhan dua profesor baru itu, Indonesia kini memiliki 498 profesor riset dari total 8.700-an peneliti yang ada.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya