Kamis 01 November 2018, 13:15 WIB

Telur Berwarna Diturunkan Dinosaurus ke Burung

Basuki Eka Purnama | Internasional
Telur Berwarna Diturunkan Dinosaurus ke Burung

AFP/File / STRINGER

 

BURUNG ternyata memiliki lebih banyak kemiripan dengan Dinosaurus dibanding yang disangka sebelumnya. Penelitian terbaru yang dirilis pada Rabu (31/10) menemukan bahwa telur berwarna didapatkan burung dari dinosaurus.

Hubungan evolusi antara dinosaurus dan burung telah diakui sejak puluhan tahun lalu. Namun, selama ini, ornitologis menganggap burung mengadopsi telur berwarna kemudian sebagai metode menyamarkan telur mereka dengan kondisi tempat tinggal mereka.

Burung merupakan makhluk yang ada saat ini yang menghasilkan telur berwarna. Mereka melakukannya dengan hanya menggunakan dua pigmen warna, merah dan biru.

Tim peneliti memeriksa 18 fosil kulit telur dinosaurus di Amerika Serikat, Taiwan, dan Swiss. Mereka menggunakan laser untuk menguji keberadaan sejumlah pigmen.

Baca juga: Putri Ayako Lepas Status Bangsawan Demi Cinta

Mereka menemukan pigmen-pigmen itu di sejumlah telur dinosaurus, termasuk Velociraptor, yang tinggal di wilayah yang kini menjadi Mongolia sekitar 75 juta tahun lalu.

"Ini secara total mengubah pengetahuan kita mengenai bagaimana warna telur berevolusi," ujar paleontog dan pemimpin penelitian asal Universitas Yale Jasmina Wiemann.

Dia mengatakan timnya meyakini dinosaurus menghasilkan telur berwarna untuk melindungi keturunan mereka dari predator saat mereka mulai membangun sarang, saifat yang diturunkan kepada burung.

"Telur berwarna dipandang sebagai karakter unik burung selama lebih dari satu abad," ujar Mark Norell, the Macauly Curator of Paleontology at the American Museum of Natural History.

"Seperti sayap, kini kita tahu telur berwarna berevolusi dari dinosaurus," imbuhnya.

Penelitian itu diterbitkan di jurnal Nature. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More